Rabu, 25 Oktober 2023

Gibran Rakabuming Raka DiUsung Bacawapres Adalah Politik Dinasti Bukan Perwakilan Anak Muda

Gibran Rakabuming Raka Diusung Bacawapres Adalah Politik Dinasti Bukan Perwakilan Anak Muda

Oleh : Yabes Ottu

Pemilu sudah diambang pintu. Partai-partai politik ramai-ramai sibuk menyiapkan kader-kader terbaik dan bahkan hanya melihat dari popularitas semata tanpa prestasi yang menjulang tinggi untuk ikut bertarung dalam pemilihan legislatif dan eksekutif dari daerah hingga ke pusat. Menariknya, tahun politik kali ini dinominasi oleh kalangan anak muda. Tentu saja ini adalah  sebuah kemajuan, anak muda telah menyadari betapa pentingnya politik dalam ikut serta membangun bangsa dan negara. Semoga ini merupakan sebuah kesadaran yang lahir dari jiwa nasionalisme yang tinggi. 






Tidak terlepas dari momentum politik yang semakin memanas yang terus di obok-obok oleh kaum elit dari berbagai kalangan. Saya ingin mengajak kita sekalian untuk menyeruput kopi hangat yang sedang disodorkan di negeri ini. Apalagi kalau bukan putra sulung presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko widodo, Gibran Rakabuming Raka, walikota salo yang baru beranjak tahun kedua itu yang belum sepenuhnya sukses menjalankan visi dan misi kampanye beberapa tahun yang lalu namun kini di tosser menjemput bola panas yang diracik sedemikian pula. Dan partai Golkar menjadi rumah untuk maju sebagai bacapres.

Secara pribadi saya ingin mengajak kita untuk sejenak dan lebih tenang melihat dan kita akan melihat sebuah tontonan tindakan atau mainan politik yang secara terang-terangan menimbulkan asumsi-asumsi negatif. 

1. Terjadinya Politik Dinasti

Politik Dinasti dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai keturunan raja-raja yang memerintah, semuanya berasal dari satu keluarga.  Politik Dinasti di negara Indonesia telah tumbuh dan mengakar hanya saja dikalangan masyarakat melihat itu sebagai sesuatu hal yang dianggap biasa-biasa saja. Jarang sekali praktek politik Dinasti menjadi topik diskusi oleh pengamat politik dinegeri ini sehingga hal ini tidak menjadi sesuatu yang menonjol namun demikian politik Dinasti tersebut telah menjadi momok yang tidak bisa dihindarkan lagi. 


Dinasti politik sendiri merupakan sebuah pola atau stragi politik yang dimainkan oleh seorang pemimpin yang diturunkan kepada keluarga atau anak-anaknya dalam melanjutkan tongkat kepemimpinan. Lalu apakah Dinasti politik disalahkan?. Sebenarnya ini merupakan praktek politik yang layak-layak saja namun sangat mempengaruhi etika sosial kemasyarakatan jika Dinasti politik dipraktikkan di negara yang menjujung tinggi nilai-nilai Demokritis ini. 


Apa yang menjadi langkah putra sulung Presiden Joko Widodo sebagai bacawapres yang terang-terangan diperbincangkan akan mendampingi Mentri Pertahanan Republik Indonesia dari kabinet Indonesia maju, Pranowo Subianto, tentu saja merupakan praktek politik Dinasti yang dimainkan oleh Presiden Jokowidodo sebagai ayah sekaligus presiden aktif. Jika ditinjau dari umur yang masih sangat belia yang setelah melalui pertimbangan Mahkamah Konstitusi, Anwar Usman yang tidak lain juga adalah paman dari walikota aktif dari solo tersebut menyetujui batas umur minimal capres dan cawapres yang juga menguntungkan Gibran sendiri. Yang walaupun seperti yang diketahui bahwa keputusan MK adalah keputusan yang final yang dimana setuju atau tidak setuju harus diikuti oleh seluruh masyarakat tanah air. 


Joko Widodo yang diharapkan menjadi pemimpin negara Republik indonesia yang bisa mengkokohkan NKRI di era reformasi ini pada masa akhir jabatannya dinilai melalaikan etika sosial kemasyarakatan dengan hadirnya sistem nepotisme. Kehadiran Gibran di panggung politik di negeri ini tentu saja tidak lain adalah pengaruh besar dari seorang ayah, jokowidodo seolah-olah memberikan karpet merah atau keuntungan secara khusus yang sangat berlebihan kepada putra sulungnya itu. 


Dalam praktek politik Dinasti ini kemungkinan besar akan berdampak degatif seperti akan terjadi konspirasi politik kepentingan kelompok dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai kepala negara dan praktik Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) akan menjadi hasil akhir dari proses Dinasti politik. 


Lalu Gibran di usung oleh partai Golkar untuk mendapingi Prabowo adalah sesuatu yang penuh tanda tanya. Apakah dengan segudang pengalaman partai sebesar Golkar yang lahir dan besar pesat di era Orde Baru akan dengan begitu gampang menobrak-abrik Gibran Rakabumi Raka jika terpilih nanti?, ada apa dibalik ini?, saya pikir hanya ketua umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, Jokowidodo sebagai presiden dan ayah Gibran dan ketua umum partai Gerindra, Prabowo Subianto yang tahu jawabannya, bahkan kemungkinan Gibran  tidak tahu jawabannya, siap sedia mengikuti arahan. 


2. Gibran Rakabumi Tidak Berpeluang Mewakili Anak Muda. 

Kehadiran anak muda di dunia politik adalah kesuksesan besar bagi negara ini. Namun harus disertai dengan pengalaman yang mempuni dalam urusan ketatanegaraan. Politik praktis bukan wahana belajar bagi anak muda apalagi setingkat calon wakil presiden. Sulit dibayangkan jika seorang anak muda yang baru saja meniti karir di dunia politik namun memulai nya dari puncak tertinggi. Hal tersebut berpotensi terjadi kecelakaan dalam menaklukkan derasnya dinamika politik global yang semakin panas dan kompleks. Ditambah lagi dengan pengalam Gibran Rakabuming Raka, yang jika dibandingkan dengan Presiden-presiden sebelumnya yang memulai karir politik dari bawah dan mampu memahami betul ketatanegaraan maka Gibran kelahiran tanggal 01 Oktober 1987 hanyalah seorang bayi merah yang belum apa-apa, hanya mengandalkan nama besar atau popularitas dari seorang ayah. 


Jumlah masyarakat yang berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Indonesia diproyeksikan sebanyak 275,77 juta jiwa pada 2022 ini tidak ingin bangsa yang berada di masa-masa proses perjalanan menuju tahun emas 2045 hanya menjadi dongeng semata. Masyarakat Indonesia menginginkan pemimpin atau nakhoda yang mampu menerobos berbagai persoalan dan dinamika dari dalam dan luar tubuh bangsa yang menjadikan pengalaman pengabdian untuk menjadikan bangsa ini terus berada pada jalur yang tepat wujudkan Indonesia emas 2045.


Indonesia yang diperkirakan akan menghadapi era bonus demografi beberapa tahun ke depan, tepatnya pada tahun 2030 hingga 2040 mendatang. Masa di mana penduduk usia produktif (15-64 tahun) akan lebih besar dibanding usia nonproduktif (65 tahun ke atas) dengan proporsi lebih dari 60% dari total jumlah penduduk Indonesia. Tentu saja kita tidak menginginkan untuk melawati momentum ini dengan langkah yang salah. Momentum tersebut tentu saja harus dihadapi dengan perencanaan yang matang dikarenakan bonus demografi ini tidak akan tercipta yang kedua kalinya dalam kurun waktu yang cepat. 



(Oleh : Yabes Merkido Ottu) 



Minggu, 02 Juli 2023

AKU TELAH MENEMUKAN CINTA.




Aku tersipu malu oleh sinar matanya. 
Cahayanya memantulkan kasih, 
aku terpanah oleh parasnya. 

Aku terpaku, 
diam tersipu malu. 
Dalam sekejap logikaku buntuh,
Aku akui telah luluh. 

Aku diseret jauh, 
Tak berkutik hanya pasrah, 
Hanyut mengikuti arah. 

Aku akui telah bermain jauh, 
Menyelusuri surga yang indah. 
Dia begitu pandai bermain romantika, 
Aku telah menemukan sejatinya cinta. 

Aku akan mengakhiri masa ini, 
Bersamanya sampai selesai. 
Aku telah menemukan cinta. 

Kupang, 03 Juli 2023

Kamis, 29 Juni 2023

TAK HANYA CINTA, DOSA PUN KAU TINGGALKAN DISINI

 TAK HANYA CINTA, DOSA PUN KAU TINGGALKAN DISINI


Mencintai mu adalah luka tak berdarah, namun aku terlanjur jatuh dalam samudera cinta dan bayang-bayang penuh dosa.


Tangisan dalam sepi, turut mewarnai cinta yang kau nodai. Aku terjebak dalam kehampaan, dan aku hanya sesekali tersenyum mengenang sejuta kenangan.


Sesekali aku mencoba merajut senyum, saat senja membara disana, namun aku kembali terbenam, dalam perihnya luka yang masih membara.


Tak hanya memberi luka disini, namun dosa pun aku ratapi. Aku tak hanya menanggung kisah yang penuh luka , bahkan noda atas nama cinta yang kita lalui pun aku gumuli.


Selamat jalan kasih, 

Jangan kembali menoleh. Kebahagiaan yang kita ciptakan dengan dosa atas nama cinta, menjadi alasan kamu dikenang di sini. 


Pergilah, aku bisa bahagia.

Aku tidak hanya bisa mencintai mu dengan bodoh, namun aku juga pandai menyimpan luka dalam ruang sandiwara.


Kupang, 15 Desember 2022

Yabes Ottu

MALAM DAN SEBAIT HARAPAN

 MALAM DAN SEBAIT HARAPAN



Saat kesejukan malam tak bersahabat, ketika letih melanda dengan hebat, pembaringan menjadi alasan aku kembali.


Saat dunia ku kehilangan cahaya mentari, sebagai insan yang lemah juga tak berdaya, sejenak aku kembali dalam renungan serta menanti lengkungan keindahan pelangi .


Aku tak mendapat kalah, juga tak bertekuk lutut pada letih, hanya saja aku harus berhenti sejenak untuk melangkah.


Aku masih sadar dalam tidur ku, masih bermimpi dalam pembaringan ku, semangat masih mengalir menyelusuri nadi.


Dalam pemberhentian, aku membangun harapan, aku masih memeluk impian yang tersimpan rapih pada dada ku.


selamat malam rembulan, selamat beristirahat mentari.


Kupang, 18 Januari 2023

-Yabes Ottu/Melodi Senja

KAU DAN KENANGAN TENTANG MU

 KAU DAN KENANGAN TENTANG MU 


Hai, apa kabar kamu yang pernah begitu sibuk. 

Aku harap disana kamu baik-baik. 


Dengan siapa disana?, 

sedang apa dan dimana?.


Maaf, kalau aku sedikit membuat risih, 

tapi jangan salah, 

aku hanya berharap kamu tidak jatuh dalam pelukan yang salah. 


Apa kau tahu?,

kau masih saja menjadi alasan aku merindu. 

Kau masih menjadi segalanya,

saat kesepian membentang menguasai dunia ku. 


Kau tahu?, 

Kau masih saja menjadi bunga tidur.

Disini, kisah mu belum sepenuhnya luntur,

walaupun sejatinya aku telah kau kubur.


Kamu masih menjadi alasan aku tersenyum manis, saat angan membawa aku bernostalgia. 


Maaf, kau masih ada disini.

Kisah mu Masih tercecer di antara kisah-kisah yang datang lalu pergi.


Kupang, 02 Februari 2023

(Y.Ottu/Melodi Senja)

BERANDA JIWA DI MALAM SUNYI

 BERANDA JIWA DI MALAM SUNYI


Malam semakin larut, diam dalam sunyi.

Tiada bising, hanya hanya aku yang menerobos lorong malam yang masih panjang.


Tubuh yang tergeletak, namun pikiran terus bergerak, mengiringi jantung yang berdetak. 


Angan terus mengajak aku berjalan, walau raga mengalah dalam kesunyian. 


Malam seperti mengajak aku berkelahi, impian merangsang, pikiran melayang. 


Aku berharap angin malam membawa aku untuk sejenak menepi, biarkan beranda jiwa yang dipenuhi impian membara dan esok aku akan melangkah lagi. 


Kupang, 17 Januari 2023

(Y. Ottu/Melodi Senja)

WANITA KU, PENYEJUK ASA SAAT LAYU

 WANITA KU, PENYEJUK ASA SAAT LAYU


Halo manis, jelita ku. 

Aku terlalu lemah kah disini sayang, atau aku yang terlalu menganggap mu begitu berarti sekarang?, 


Persiapkan diri mu sayang, engkau akan menjadi menjadi penolong.


Manis ku, salah kah aku meneteskan air mata didada mu, tempat aku bersandar lemah. Ataukah aku yang terlalu menganggap mu dekat sekarang.


Persiapkan lah diri mu sayang, engkau bahkan akan menjadi tempat aku mengadu disaat senja mendapati aku dalam perjalanan yang tak berujung. 


Wanita ku, perlu kamu tahu, laki-laki tangguh seperti aku sekalipun membutuhkan bahu. Tuhan pun tahu, sebab aku buatan jari-jari manis-Nya. Dan kau ada untuk mendampingi karya-Nya, dan karena aku ada maka kamupun ada.


Wanita ku, bagaikan rasa yang membara, membakar dalam relung kalbu. Tawa dan tangis beralaskan kasih bahkan akan milik mu puan. 


Kau wanita Paras ayu, penyejuk asa saat  layu.


Kupang, 28/11/2022

(Y.M.Ottu)

 AKU SANG PEJUANG 


Aku masih disini, aku masih terlalu kuat untuk berdiri, dan melangkah di jalan yang aku miliki.


Aku tahu jalan ku masih panjang, dan aku tahu nafas ku masih menjulang.


Dunia... Ini aku, bukan manusia pengecut, aku hanya sesekali menurut, bukan untuk bertekuk lutut.


Ah, menang bagi ku bukan jalan yang sulit, hanya saja belum waktunya untuk panji ku berkibar lepas, dan jerih terbalas.


Kuatir?, ah, itu bukan aku. 

Aku tahu, aku akan sampai di garis akhir, aku belum selesai disini.


Dunia, ini aku.

Sang Pejuang sejati.


Dunia, dengar ucap ku. 

Aku adalah aku, sekali berdarah, akan tetap mandi darah.


Kupang, 06 Desember 2022

(Y. Ottu)

SELESAI !!

SELESAI ... ! 

Raga ku kaku terbujur, 
diatas badan jalan tak bernyawa. 
Duri-karikil tak ingin hancur lebur, 
dan asa seakan tekubur. 

Dunia sungguh kejam bermain mata, 
Saat jiwa sedang merajut asa. 
Setalah sayap-sayap waktu dikepang tinggi, namun aku dipukulnya menepi. 

Aku bersumpah demi semesta, 
Selama nadi berdetak berdaya, 
Sayap-sayap mungil ku akan mengudara, 
Aku akan berpijak kembali ke angkasa. 

Aku berjani demi semesta, 
Disini tempat tertanam darah dan pusar, 
Akan menjadi pijakan awal menuju garis akhir, diatas tanah ini tiang panji akan berkibar. 

Aku berjanji demi kehidupan, 
 di atas bumi yang memberi kehidupan, Keadilan akan ku menangkan, 
Sampai titik darah penghabisan. 

Dunia fana, 
Aku begitu meyakini bahwa sesungguhnya,
Aku berjanji dan semesta tahu apa yang diperbuat, 
Ingkat pada janji adalah jalan menuju maut.

 Dan disana, 
Setelah aku berdiri kokoh di atas tanah keadilan, 
Aku akan memproklamirkan janji atas semesta, dan akan ku akhiri itu dengan kata "Selesai .. !". 


Yabes Merkido Ottu 
Kupang,(022223) 

Minggu, 13 Oktober 2019

     

AKU INGIN ENGKAU ADA
Oleh: Yabes Ottu

Aku ingin engkau ada
Seperti pintu kamarku yang selalu terbuka
Dikala aku ada
Tertutup dikala aku sedang tak disana

Aku ingin engkau ada
Seperti ranjangku yang menerima tubuhku
Dikala aku terjebak dalam kantukku
Dan melepas namun setia menunggu aku

Aku ingin engkau ada
Seperti minyak wangiku
Yang selalu kukenal ketika kucium harumnya
Walaupun wanginya
Terhimpit dalam banyaknya wangi-wangian

Aku ingin engkau ada
Yang selalu ada
Dan yang selalu aku kenal
Walaupun semua seakan tak ada



Jumat, 11 Oktober 2019


-TERIMKASI SENJA-

Terimkasih senja yang indah
Warna merah tak membawa gerah
Sejuk tapi membawa dingin pada raga
Jiwapun ikut merasa

Teriakasih senja yang indah
Hadir dalam suasan resah
Tapi tak gagabah
Tak menghadirkan salah

Selamat jalan senja
Aku akan merindukan cerita kita
Tapi Ini adalah takdir
Dan aku akan tetap tegar
Harapku engkau juga tetap mekar

Selamat jalan senja
Kepergiaan senja meninggalkan rindu
Mungkin rebulan akan mengobati
Mungkin juga akan menemani






        
DALAM SUJUTKU PUN AKU BERDOSA
Oleh : Yabes Ottu

"Sadar dalam lemah". Ya, dalam sujut tak beraturan disitulah awal aku mendapati jiwa dan ragaku dalam gelapnya dosa.

Dalam syair yang aku lafalkan terselip berlaksa kegelapan. Kutemui diri ini dalam "sujut tak beraturan".

Entahlah, kapan dan dan dimana aku memulai merefleksikan hal sederhana ini. Mungkin disaat mentari tak lagi bersinar atau mungkin rembulan berisitirahat dari aktifitas malamnya atau mungkin dalam kesunyianku.
Akupun tak tahu namun yang pasti bahwa dalam melafalkan puisi tobat pada Tuhan disitulah dosa dimulai.

Aku terdapat dalam kelalaian dalam memenuhi janji tobat itu.

Dalam sujut aku berdosa. Terjebak dalam puisi yang kunaikan pada sang pemilik jiwa serta raga.

Ah, aku malu..
Malu sekali pada diriku yang penuh noda duniawi yang sempat kugoreskan pada dinding jalan kehidupan.

Gelisah tak menentu. Aku tak lagi mampu bebas. Ya, aku terjebak dalam noda kehidupan yang aku ciptakan sendiri.

Dalam kesunyian dibawah kolong lagit bentukan jemari kasih Tuhan aku terjebak tak mampu memilih. Tersendat dalam jalan-jalan ku sendiri.

Oh, malangnya hidupku. Dalam sujut doapun aku berdosa. Dalam pujian pada Sang Allahpun aku menyelipkan noda hitam.

Aku terjebak dalam sujut tak beraturan.

Antara takut dan harapan pun terombang-ambing.

Takutku adalah jika sujutku tak lagi dipandang oleh Sang Ilahi. Takutku jika nyanyainku tak lagi di nikmati Tuhan.

Harapanku adalah Tuhan mendengar keluh kesah manusia fana.

Dua paham yang saling menuduh. Saling merongrong ingin menang dan yang pasti aku yang terjebak.

Jika aku memilih maka disitu dosa dimulai. Aku pasti lalai dalam cobaan iman.

Jiwa berkata "jangan takut, turutilah kebenaran".

Ragapun membalas "Tapi aku lemah".

Jiwa dan raga berkelahi dalam satu rumah kehidupan.

Mereka bertengkar dan kehidupan terbeban. Antara mati dalam dosa atau hidup dalam dosa. Ataukah dosa mati dalam hidup.








Kamis, 10 Oktober 2019


SAHABAT AKU RINDU
Oleh : Elisabet Hewul


Halo kawan juang

Apakah kau baik-baik saja?

Kapan terakhir kali kita bertemu walau hanya sekedar saling menanyakan kabar?.

Mungkin semenjak perpisahan itulah awal rindu ini tergoreskan.

Waktu berjalan tanpa henti
Langkah kaki kitapun melangkah tak henti
Mengarungi gelapnya malam jalan kehidupan menjemput mentari pagi kesuksesan.

Teman aku ingin bercerita tentang kita.
Tentang jalan yang pernah kita lalui bersama.

Sahabat aku rindu bisikan manismu yang selalu bergema di telingku dikala aku tak mampu memilih.

Rasanya sudah lama sekali sahabat.

Berawal dari kesibukan kita hingga membalas pesan singkat pun terkadang terabaikan.

Dan sekarang terselip ragu untuk mengawali pembicaraan. Aku ragu harus mulai dari kata apa sehingga membuatmu bercanda lagi seperti waktu-waktu yang lalu.

Sahabat aku rindu. Rindu canda lepasmu.

Aku rindu masa-masa dulu dikala kita masih bersama.

Sahabat aku rindu untuk mendatangimu ketika bosan datang dan mengajakmu untuk jalan-jalan tanpa tujuan.

Sahabat aku rindu.

Ketika akuu ingin menangis dan aku akan mencari suasana ceria yang pernah kita ciptakan agar aku punya alasan untuk kembali tersenyum lepas.

Sahabat aku benci dengan jarak pemisah ini. Pilu selalu menghatuiku kini.

Sahabat sungguh aku merindukan kata-kata motifasimu dikala aku terjebak dalam ruang masalah kehidupan.

Sungguh, aku rindu


Kini, sudah empat tahun lamanya sejak kita saling bertatap muka dan kini tak kutemukan lagi senyum manismu.

Bahkan aku mulai takut akan melupakan suaramu karena sudah bertahun-tahun lamanya kita tak saling telepon. Pesan singkatpun tak lagi kubaca.

Sahabat terimkasih sudah hadir dan memberi cinta serta rindu yang dalam.

Sahabat, ini curahan hatiku untukmu. Curahan rindu yang tersimpan rapih dalam hati manis.

Sahabat, aku rindu
Sahabat, apa kabarmu disana?.
Harapku engkau baik-baik saja



Penulis :Yabes Ottu

Senin, 07 Oktober 2019


AKU DAN SUKSES KELAK AKAN SERASI
Oleh: Merfa Nelci Taebenu

Aku pernah berjuang
Kekalahan pernah kutantang
Hingga bermimpi untuk menang
Namun kembali kalah, dihantam karang

Tapi tidak, itu masa lalu
Bersama goresan hitam yang berlalu
Semangat masih kupeluk erat
Jalan jaung kembali kuralat

Detik, demi detik
Ombak hitam kembali menggeratak
Namun dengan semangat yang apik
Menyambut pelangi dihari esok

Tak peduli
Aku hanya imgin bermimpi
Cita-cita menjadi inspirasi
Aku dan sukses kelak akan serasi

Sujut doa
Kujadikan senjata
Syukur kujadiakan amunisi
Langkah sukses semakin pasti


MELODI KASAR
oleh: Yabes Ottu

Mereka tak peduli mengumbar
Melodi kasar
Terdengar merdu namun
seolah ditampar
Katanya ini bagian dari kultur


Jiwa terbakar hebat
Saat mereka membakar semangat
Namun jiwa merasa sekarat
Rasanya bengis walau sesaat

Evolusi tak searah
Membawa perubahan tak berakar
Jiwa kecil kembali ditindas kalah
Aku berlutut tak mampu berpikir

Debat kultur
Namun tak beretika
Katanya pemikir
Namun terdengar tak memiliki akar




HARTA DARI AYAH UNTUKKU
Cerpen Karangan: Yabes Ottu
Kategori: Cerpen Keluarga


Malam ini aku dan keempat saudara ku serta Ayah dan Ibu duduk mengelilingi meja makan yang diatas meja tersebut telah tersedia hidangan makan malam seadanya yang telah disediakan oleh ibu.

Dari sudut meja makan dengan suara yang lembut, ibu mempersilahkan untuk kami menikmati hidangannya. Kami bergantian mengambil hidangan ini diatas meja sederhana diruang keluarga yang berukuran kecil kami yang kami miliki. Suasan bahagiapun semakin lengkap ketika adik bungsu ku bersedia memimpin doa makan kami dengan mengejakan doa Bapak kami. Selesai adikku memimpin doa makan, kami langsung menikmati hidangan sederhana yang disediakan oleh ibu yang tidak kalah lezat dengan makan restoran bintang lima.

Setelah selesai menikamti santap makan malam seperti biasa aku dan ayah masih duduk bersama. Ya, setidaknya sedikit mengisi waktu malam dengan mendengarkan kata-kata nasihat dari ayah untukku dan menikmati kopi panas yang telah disipakan oleh ibu. Sedangkan ibu dan keempat adik-adikku memilih untuk istirahat karena lelah dengan aktifitas seharian.

Setelah ibu dan keempat adik-adiku menuju kamar tidur. Kini hanya aku dan ayah yang masih duduk diruang keluarga kecil kami.

“Aku adalah ayahmu dan kamu adalah putra sulungku dan engkau yang akan mendapatkan tenagaku.” Ucap laki-laki yang kerap disapa Bapak Mizz itu.

Perkataan itu sedikit sederhana namun membuat aku terharu dan sedikit membuncah. Pikirku ayah mungkin masih kesal karena tadi siang aku sedikit lalai dalam mengerjakan pekerjaan yang ditugaskan keluarga padaku sehingga ayah harus turut membantu dalam menyelesaikan.

Dengan tatapan yang tajam namun terlihat dari balik kelopak matanya meneteskan air kasih sayang.

Katanya lagi padaku "Erki, engkau yang akan memiliki segala yang aku punya saat ini".
Aku yang duduk di kursi tua itu semakin membisu seolah disihir oleh kata-kata ayahku.
Aku ingin sekali mengucapkan terimkasih namun aku tak ingin ucapakanku membuat ayah berhenti mengucapkan kata-kata berkatnya padaku. Aku hanya bisa terdiam menatap ayahku dengan penuh kasih. Ayahku yang tadinya berbica kembali terdiam dan menyeka matanya karena air matanya mengalir membasahi pipi yang sedikit keriput itu.

Setelah terdiam sejenak ayahku melanjutkan pembicaraannya. Kali ini ia berkata " nak, maksud dari ucapan tadi bukan harta karun yang akan aku berikan kepadamu namun yang aku maksudka adalah tenagaku. Dengan sisa tenaga yang Tuhan masih percayakan kepadaku serta kereta lapuk yang kita miliki, aku akan menyelusuri setiap lorong-lorong keramaian kota untuk mencari besi tua untuk menukar dengan sepeser rupiah ke juragan besi tua supaya engaku serta adik-adikmu bisa sekolah dan selebihnya untuk membiayai kebutuhan keluarga kita".
Aku yang mendengarkan apa yang baru saja dikatakan ayahku itu semakin membisu, namun air mataku mengalir mengisyaratkan bahwa aku sedang mengucapkan terimkasih kepada ayahku.

Ayahku yang sempat melihat air mata ku itu tak ingin berhenti berbicara.

Lanjut ayahku berkata " kita keluarga miskin nak, namun aku tak ingin kelak engkau kekurangan seperti aku. Yang aku inginkan sekarang adalah engkau serta adik-adikmu harus sukses".

Aku yang mendengar, seakan ingin berbicara namun baru saja aku menarik nafas dan berbicara, ayah memotong. Kali ini ia berkata, "kuatkan hatimu karena aku masih bisa berjuang karena tenagaku yang masih tersisa akan aku berikan sebagai harta untuk menjamin masa depanmu serta adik-adikmu".

Mendengar itu, aku berkata pada ayahku " ayah, apa yang bisa aku lakukan untuk membantu ayah?".

Ayahku yang duduk di depanku dengan tatapan yang terlihat tulus ia berkata "Erki, aku tak meminta balasan darimu yang aku minta adalah tetaplah berjuang dalam masa pendidikanmu dan jangan lupa membawa namaku dalam setiap doa tidur malam mu, supaya Tuhan dapat selalu membuka jalan bagiku dalam setiap pekerjaan ku supaya dapat membiayai engkau serta adik-adikmu di bangku pendidikan supaya kelak engkau serta adik-adikmu sukses". Kali ini aku hanya bisa meneteskan air mata pilu.
Dan hanya mampu berkata "Terimkasih ayah untuk perjuanganmu. Doaku memelukmu selalu ayah".

Ayahku yang tak kuasa melihat aku meneteskan air mata . Dia kembali mengancungkan kepalan tangan kiri sebagai isyarat untuk tetap semangat.
Lanjut Ia berkata "nak persiapkan keperluan kuliahmu setelah itu kamu boleh istirahat karena besok kamu harus pergi ke kampus pagi".

Aku yang tadinya duduk disebelah ayah lansung bergegas menuju meja belajar kecilku yang dibuat oleh ayahku sendiri dari sisa-sisa papan yang diminta dari tetangga rumahku. Karena aku tahu ayahku tak ingin melihat aku menangis sehingga ia mengalihkan suasana dengan menyuruhku mempersiapkan keperluan untuk kuliah besok.

.
Semoga kisah ini bermanfaat bagi aku dan kamu. Tuhan Memberkati Kita semua😊


IZINKAN AKU MENGGORESKAN CINTA
Oleh: Yabes Ottu

Apa aku harus berkelana
Seperti hati yang menginkan cinta
Bagaikan debu ditiup angin senja

Inginmu tak bolekah aku terjebak
Ataukah aku harus berhenti sejenak

Jika ada ruang untukku
Maka biarkan cinta disabut oleh tulusmu

Jika ada tempat
Bolekah kehadiranku disambut
Walau sekedar istirahat sesaat
      
Jika aku mendapat kerelaan
Akupun turut menggoreskan kenangan
Turut melukiskan cinta pada kalbu

Jika fajar cinta masih terbit
Maka akupun ingin menjadi terhebat

Izinkan aku menjadi menjadi pena
Serta engkau laksana kertas sastra
Aku hendak melukisakan sebait cinta
Sebait syair tentang cita-cita dan cinta

Semuakan ku lukis pada puisi cinta
Tentang kau yang menjadi cita-cita



Gibran Rakabuming Raka DiUsung Bacawapres Adalah Politik Dinasti Bukan Perwakilan Anak Muda

Gibran Rakabuming Raka Diusung Bacawapres Adalah Politik Dinasti Bukan Perwakilan Anak Muda Oleh : Yabes Ottu Pemilu sudah diambang pintu. P...