SAHABAT AKU RINDU
Oleh : Elisabet Hewul
Halo kawan juang
Apakah kau baik-baik saja?
Kapan terakhir kali kita bertemu walau hanya sekedar saling menanyakan kabar?.
Mungkin semenjak perpisahan itulah awal rindu ini tergoreskan.
Waktu berjalan tanpa henti
Langkah kaki kitapun melangkah tak henti
Mengarungi gelapnya malam jalan kehidupan menjemput mentari pagi kesuksesan.
Teman aku ingin bercerita tentang kita.
Tentang jalan yang pernah kita lalui bersama.
Sahabat aku rindu bisikan manismu yang selalu bergema di telingku dikala aku tak mampu memilih.
Rasanya sudah lama sekali sahabat.
Berawal dari kesibukan kita hingga membalas pesan singkat pun terkadang terabaikan.
Dan sekarang terselip ragu untuk mengawali pembicaraan. Aku ragu harus mulai dari kata apa sehingga membuatmu bercanda lagi seperti waktu-waktu yang lalu.
Sahabat aku rindu. Rindu canda lepasmu.
Aku rindu masa-masa dulu dikala kita masih bersama.
Sahabat aku rindu untuk mendatangimu ketika bosan datang dan mengajakmu untuk jalan-jalan tanpa tujuan.
Sahabat aku rindu.
Ketika akuu ingin menangis dan aku akan mencari suasana ceria yang pernah kita ciptakan agar aku punya alasan untuk kembali tersenyum lepas.
Sahabat aku benci dengan jarak pemisah ini. Pilu selalu menghatuiku kini.
Sahabat sungguh aku merindukan kata-kata motifasimu dikala aku terjebak dalam ruang masalah kehidupan.
Sungguh, aku rindu

Kini, sudah empat tahun lamanya sejak kita saling bertatap muka dan kini tak kutemukan lagi senyum manismu.
Bahkan aku mulai takut akan melupakan suaramu karena sudah bertahun-tahun lamanya kita tak saling telepon. Pesan singkatpun tak lagi kubaca.
Sahabat terimkasih sudah hadir dan memberi cinta serta rindu yang dalam.
Sahabat, ini curahan hatiku untukmu. Curahan rindu yang tersimpan rapih dalam hati manis.
Sahabat, aku rindu
Sahabat, apa kabarmu disana?.
Harapku engkau baik-baik saja
Penulis :Yabes Ottu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar