Selasa, 18 Juni 2019
Jangan hanya menjarah teori Perlu kolaborasi dengan aksi
-MAHASISWA-
Oleh : Yabes Ottu
Hai Mahasiswa
Mengapa berdiam disana
Tak tahukan darmamu
Ataukah engkau hanya ingin berdrama
Ektingmu cukup menawan
Terbang di awan-awan
Seolah ingin menjadi bintang
Tapi tak suka yang menantang
Mahasiswa milenial
Pupuk mental yang stabil
Siap melawan yang tidak steril

Kos bukan tempatmu
Itu hanya singgahan
Tempatmu ada di rumah pertemuan
Berdiskusi harus jadi kesukaanmu
Jangan hanya menjarah teori
Perlu kolaborasi dengan aksi
Fenomena harus di tanggapi
Jangan hanya berdiam diri
Seolah tak tahu apa yang terjadi
MALAIKAT TAK BERSAYAPKU-
- MALAIKAT TAK BERSAYAPKU-
Oleh : Yabes Ottu
Dalam senyummu terselip letihmu
Derita siang dan malam menimpamu
Tapi tak sedetikpun terhenti langkahmu
Engkau selalu memberi harapan bagiku
Engkau malaikat yang kebal hinaan
Tak peduli apapun yang dikatakan mereka
Selalu engkau lawan kegetiran
Demi aku menggapai cita-cita
Ayah bunda, engkau bagaikan
malaikat tak bersayap
Walaupun terkadang harus merayap
Tapi engkau tak menyerah
Tak peduli petir menyambar
Ayah, bunda tetap berjalan dengan sabar
Meski tubuhmu sudah gemetar
Tapi tak ada kata mundur
Hujan rintik
tak membuat terbit malasmu
Panas menyengat
tak jua dirasa
Hari demi hari begitu cepat berlalu
Tiada rasa jenuh terpancar
di wajah mu
Semangat mu terus berkobar
Memberikan kasih sayang tiada rasa jemu
Jika engkau akan melangkah pergi
Ku tau, langkahmu penuh pengorbanan
Jika dirimu telah tiada
dirimu kan selalu di kenang
Kau adalah pahlawan tanpa lencana
Ketika ku raih kesuksesanku
Engkau tak memita emas dariku
Tak menginginkan segulung duitku
Enkau hanya ingin aku tersenyum
Dari bibirmu timbul tutur berkat bagiku
Tak jenuh, nama ku selalu dieja dalam doa
Dikala senja menyapa
Terimkasih ayah ibundaku
Tak ada harta terbaik untukmu
Hanyalah sebait doa untukmu
Semoga Tuhan memberikan hidayah bagimu
Oleh : Yabes Ottu
Dalam senyummu terselip letihmu
Derita siang dan malam menimpamu
Tapi tak sedetikpun terhenti langkahmu
Engkau selalu memberi harapan bagiku
Engkau malaikat yang kebal hinaan
Tak peduli apapun yang dikatakan mereka
Selalu engkau lawan kegetiran
Demi aku menggapai cita-cita
Ayah bunda, engkau bagaikan
malaikat tak bersayap
Walaupun terkadang harus merayap
Tapi engkau tak menyerah
Tak peduli petir menyambar
Ayah, bunda tetap berjalan dengan sabar
Meski tubuhmu sudah gemetar
Tapi tak ada kata mundur
Hujan rintik
tak membuat terbit malasmu
Panas menyengat
tak jua dirasa
Hari demi hari begitu cepat berlalu
Tiada rasa jenuh terpancar
di wajah mu
Semangat mu terus berkobar
Memberikan kasih sayang tiada rasa jemu
Jika engkau akan melangkah pergi
Ku tau, langkahmu penuh pengorbanan
Jika dirimu telah tiada
dirimu kan selalu di kenang
Kau adalah pahlawan tanpa lencana
Ketika ku raih kesuksesanku
Engkau tak memita emas dariku
Tak menginginkan segulung duitku
Enkau hanya ingin aku tersenyum
Dari bibirmu timbul tutur berkat bagiku
Tak jenuh, nama ku selalu dieja dalam doa
Dikala senja menyapa
Terimkasih ayah ibundaku
Tak ada harta terbaik untukmu
Hanyalah sebait doa untukmu
Semoga Tuhan memberikan hidayah bagimu
MEKARLAH DUHAI MAWAR-
-MEKARLAH DUHAI MAWAR-
Oleh : Yabes Ottu
Duhai mawar jangan gemetar
Kumbang tak akan menghabisimu
Dia hanya singgah sebentar
Aku akan menjagamu
Jangan gecar, tetaplah mekar
Mawar merah muda
Mekarmu jangan tawar
Ku kagumi pesonamu duhai mawar
Kupuja pribadimu wahai jelita

Kau telah mekar di hati
Lembut cinta yang kauberi
Terselip abadi di hati
Membuatku bertekuk lutut
Demi sebuah arti
Sukmaku tiada arti tanpa hadirmu
Berjanjilah tuk tetap bersama
Tetaplah berdiam dalam kalbu
Tetaplah mekar duhai mawar
Wahai jelita, teruslah megar
Tetap tersenyumlah
Jangan mengalah
Mekarmu adalah anugerah
Ketika fajar terbit Aku kembali bertekuk lutut, Sujut memberi hormat, Sambil menunggu rahmat
Oleh: Yabes Ottu
(Mazmur 5)
Duhai sang kuasa
Indahkan keluh kesah insan lemah ini
Aku menjerit dalam gulita
Ketika fajar terbit
Aku kembali bertekuk lutut
Sujut memberi hormat
Sambil menunggu rahmat
Engkau raja yang adil-benar
Kejahatan engkau hajar
Si Pengecoh lawan-Mu
Penumpah darah musuh-Mu
Aku insan lemah
Tempatku di rumah-Mu ya Allah
Aku Sujut memberi hormat
Bait-Mu tempat perlindunganku
Seluruh musuh mengalah
Sebab tangan-Mu menghajar
Orang benar berasorak-sorai
Sebab engkau menaungi
Umat-Mu Engkau pagari
Anugerah-Mu bagai perisai
Sabtu, 08 Juni 2019
Kau si mata Rupiah, Berdalih Melawan sahih
-SI MATA RUPIAH-
Oleh : Yabes M. Ottu
----------------------------------
Kau si mata Rupiah
Berdalih
Melawan sahih
Si marhaen sedih !
Si marhaen mengalah !
Tapi hati mu tak luluh
Tepat, engkau si mata rupiah

Engkau si mata rupiah
Si Kucing berdasi !
Kerjanya mengibuli
Sukanya rampas nasi
Tapi tak ingin dibuli
Sukanya yang manis
Milik Marhaen dirampas
Rakyat dapat ampas
Betul, kau tak berhati emas
Sungguh, engkau bermata rupiah
Engkau si mata rupiah
Rupiah rakyat kau kumpulkan
Rakyat kembali kau lawan
Kau tak sekali ingin mengalah
Sekalipun kau di pihak salah
Rakyat cemas
Berkantor senin-kamis
Tapi sukanya yang manis-manis
Langganan:
Postingan (Atom)
Gibran Rakabuming Raka DiUsung Bacawapres Adalah Politik Dinasti Bukan Perwakilan Anak Muda
Gibran Rakabuming Raka Diusung Bacawapres Adalah Politik Dinasti Bukan Perwakilan Anak Muda Oleh : Yabes Ottu Pemilu sudah diambang pintu. P...
-
DERAI DI AKHIR BULAN JUNI Oleh : Yabes Ottu Berderai diakhir bulan juni. Aku yang menghadirkan derai namun tak mampu kuterima. Tenang b...
-
TERBANGLAH INDONESIA Oleh : Yabes Ottu Terbanglah Ibunda pertiwi Gapai cita-cita mu bersama bintang Tunjukkan pada dunia Bahwa en...


