Minggu, 28 Juli 2019

Oleh: Yabes Ottu -KISAH DI PERTENGAHAN BULAN JUNI-

CERPEN
Oleh: Yabes Ottu


-KISAH DI PERTENGAHAN BULAN JUNI-

Pertemuan yang tak terduga oleh aku dan dia. Datang disaat aku menemui jalan buntu dan tak tahu kemana aku harus beranjak keluar dari kisah pilu yang baru saja menimpaku beberapa saat lalu. Datang dengan senyum sederhana namun membangkitkan semangat juang. Jiwa yang hancur luluh dalam luka bekas bengis yang dilukis ole dia yang telah berlalu.

Dia datang mengajarkan tentang bagaimana mencintai tanpa memandang latar belakang. Dia tak peduli latar belakang. Yang dia inginkan dariku hanya kasih yang tulus karena menurutnya materi akan diperoleh tapi kasih yang tulus tak gampang diperoleh serta dimiliki.

Dia hadir mengajarkan tentang pentingnya mengucapkan selamat tidur di setiap malam serta betapa pentingnya melafalkan namanya dalam setiap doa pada Sang pencipta.
Hadir Memberikan dukungan untuk tetap ada dalam medan juang demi menggapai cita-cita.

Cerita yang dimulai dipertengahan bulan juni kian berdiri kokoh diatas dasar kasih. Diatas kasih yang diajarkan oleh Kristus yaitu mengenakan belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemah lembutan dan kesabaran.
Karena kasih sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.

Kadang air mata mengalir mengiring jalan kami, kadang pula terlihat senyum bahagia yang tergambar jelas di wajah namun kami menerima dan menyukiri bahwa semua yang terjadi karena seizin Tuhan.

Jalan kami tidak mudah tapi saling menyapa dan saling mendukung untuk tetap berjuang menjadi kekuatan kami. Kami tahu bahwa pada akhirnaya badai akan berhenti dan mengakui keberadaan pelangi, ya pada akhinya air mata akan mengakui keberadaan senyum bahagia.

Dia sering berkata "KITA ADA UNTUK SALING MENDUKUNG BUKAN UNTUK MENGHANCURKAN". Kadang aku merenung, siapakah aku sehingga dia begitu mencintaiku, kadang pula aku berpikir mungkin dia terlalu bodoh karena mencintai orang seperti aku. Tapi dia sering pula berbisik manja di telingaku, katanya "AKU MENCINTAIMU BUKAN ATAS DASAR MATERI TAPI ATAS DASAR KASIH" Ah, kalau demikian cintanya kepadaku yang begitu tulus, maka akupun ingin mecintainya dengan tulus. Mencintainya seperti bagaimana aku mencintai diriku sendiri karena kelak jika Tuhan mengijinkan maka dia akan menjadi belahan jiwaku dan membagun bahtera kecil kami bersama keluarga kecil kami nantinya.

Hari berganti hari, kisah yang tumbuh di pertengahan bulan juni kian tumbuh semakin kokoh diatas dasar kasih dan diatas dasar tiga kewajiban atau yang biasa kami sebut Tri Darma juang, yaitu;
1.cita-cita
2.keluarga
3.cinta
Tri darma yang berdiri kokoh diatas dasar Kasih Kristus.

Katanya kepada ku, jo ( panggilan kusus untuk kami, "jodoh") tri darma ini harus sama-sama jalan supaya kehadiran hubungan kita menjadi berkat bagi kita dan orang lain disekitar kita.

Terimakasih Mawar
Terimakasih jo, semoga ketulusan selalu hidup dalam juang kita.


Kupang, 27 juli 2019

Rabu, 24 Juli 2019


-TERIMKASI SENJA-

Terimkasih senja yang indah
Warna merah tak membawa gerah
Sejuk tapi membawa dingin pada raga
Jiwapun ikut merasa

Teriakasih senja yang indah
Hadir dalam suasan resah
Tapi tak gagabah
Tak menghadirkan salah

Selamat jalan senja
Aku akan merindukan cerita kita
Tapi Ini adalah takdir
Dan aku akan tetap tegar
Harapku engkau juga tetap mekar

Selamat jalan senja
Kepergiaan senja meninggalkan rindu
Mungkin rebulan akan mengobati
Mungkin juga akan menemani





Sabtu, 06 Juli 2019


TERBANGLAH INDONESIA

Oleh : Yabes Ottu

Terbanglah Ibunda pertiwi
Gapai cita-cita mu bersama bintang
Tunjukkan pada dunia
Bahwa engkaulah pemenang
Bunda pertiwi engkau bisa

Terbanglah Indonesia
Melangkahlah Bunda pertiwi
Sayapmu adalah rakyatmu
Terbangalah bersama sarung merah putih
Takkan ada yang bisa membekukanmu

Terbanglah indonesia
Majulah bunda pertiwi
Engkau bebas berekspresi
Kalahkan ganasnya lautan lepas
Taklukan samudra biru
Jadilah singa muda yang haus kemenagan

Melangkahlah dengan bebas tanpa takut indonesia bangsa yang hebat
Bangsa yang menghargai perdamaian

Dasar pijakan mu semakin kokoh
BhiNeka Tunggal Ika adalah kuatmu
Jangan mengalah
Apa lagi kalah

Yabes Ottu -HAMPIR LELAH-


-HAMPIR LELAH-
Oleh: Yabes Ottu
Kupang 29 juni 2019

Aku lelah, hampir juga kalah
Panas suryamu tak mampu ku tepis
Mawar yang mekar semakin layu
Semua karna lakumu

Sejuta rasa lelah
Berlaksa rasa jenuh
Bersamaan menghajar jiwa
Ditamba amarahmu yang kian membara
Sungguh, aku seakan ingin menyerah

Aku bosan dengan tingkahmu
Yang kadang memicu amarah
Tapi sungguh, aku hanya pasrah
Aku tetap berdiam seribu bahasa
Semua karena rasa cinta padamu

Aku tahu, aku tak sempurna
Tapi aku punya kasih yang tidak tercela
Bahkan tak bisa juga kau temui disana

Demi kamu aku menjaga cinta
Untukmu pula aku mengasuh luka

Kemarilah sayang
Rawatlah mawar yang kian layu
Bawalah embun kasihmu
Peliharalah, biarkan ia berkembang






-KITA BELUM SELESAI-

SAJAK KELAS B/II

Kita belum selesai kawan
Kita tidak hanya selesai di daratan
Di ujung sanalah cita-cita
Pelangi harapan kita bersama
Tetaplah memeluk harap
Jangan merana

Kita belum selesai sahabat
Bersama kita akan menjadi hebat
Berkolaborasi menjadi kuat
Menggapai cita-cita bersama

Kita belum selesai kawan
Mutaira ada dibalik karang
Kawan
Tetaplah kejar azam yang membentang Jadilah bintang
Jangan suram bagai awan

Kita belum selesai
Walaupun tidak menjadi bintang
Yang berpayung rembulan
Tapi tetaplah berjuang
Jagan mundur apalagi roboh

Sobatku Jagan gentar
Kita adalah pucuk segar
Tetaplah megar
Malar segar
Walau panas membakar
Tetaplah berdiri tegar
Sampai dapat gelar

-MERAH PUTIH JADI PEMBUNGKUS JENAZAH-

Oleh: Yabes Ottu

Rembulan kembali menagis
Mega hitam menghukum tak melepas
Bintang berlarian seakan bersembunyi

Terdengar tangisan di bumi pertiwi
Anak pribumi menjerit
Semuanya terhimpit

Rumah merah putih hampir roboh
Adik-kaka terpisah
Saurada-saudariku gugur terbunuh
Merah-putih jadi pembungkus jenazah

Kaka tak ingin mengalah
Adik tak ingin kalah
Tak lagi ada cinta kasih
Ah, ini lantaran sifat egois ayah

Ah, ayah engkau egois
Demi kekuasaan enkau mengadu domba
Mengapa bertindak melawan Tuhan?
Tak takutkah akan murkah Tuhan?

Oh, bunda bunda pertiwi
Kemana aku harus berlindung ibu
Kakanda ingin mengusirku dari rumahku
Ayahku tak lagi peduli padaku

Tanyaku pada rerumputan
Apa yang sedang terjadi kawan?
Dia tak menjawab, hanya bergeleng

Sejenak aku merenung
Mungkinkah inilah takdir ilahi?
Ah, kalau betul seperti itu
Lalu siapa yang siap melawan



PELUKLAH JIWA KETULUSAN- Oleh : Yabes Ottu




-PELUKLAH JIWA KETULUSAN-
Oleh : Yabes Ottu


Tak perlu sedu hati
Tak perlu menangis
Kembalikan rona indahmu
Jangan terbitkan sesal dalam kalbu

Hai sobat kecil, ini dunia bukan surga
Syukuri hidup apa adanya
Lukiskan sakinah dalam sukma
Biarkan sukmamu bergembira

Jangan sesalkan takdir ilahi
Tak boleh kau salahkan dunia ini
Lepaslah luka batin bersama senja
Peluklah jiwa ketulusan
Biarkan nuranimu bersih tak tak ternoda

Kawan, setiap ingin takkan nyata
Namun harap jangan hilang
Tetaplah menghadap bintang
Jadilah gemilang
Jangan langkah mu tak seirama

Tak perlu merintih
Jangan mengalah
Sebab engkau tak salah
Engkau hanya perlu mencoba

Biarkan fajarmu bercahaya
Taklukan dunia
Biarkan jiwamu megar
Tak boleh terlantar

Peluklah ketulusan
Tetaplah mendekap harapan











-HAMBA MEMOHON AMPUN- Oleh : Manusia Berdosa



-HAMBA MEMOHON AMPUN-
Oleh : Manusia Berdosa

Sinar surya telah bertolak
Rembulanpun kian merapat
Insan yang punuh lemah
kembali mendekat takhta Allah

Nurani yang kekal
Tak kuasa melihat raga nan padat dosa
Kematian abadi mengusik atma

Terdengar jeritan tangis di dalam sukma
Memohon ampun pada sang kuasa

Oh, Tuhan Yang penuh kasih
Hiduplah Engkau ya Allah
Ijinkan hamba mendapat asih
Hamba tak kuasa menanggung neraka
Hamba pula tak layak menghadap surga

Yang mulia, ya Engkau yang suci
Izinkan hamba memiliki nurani nan suci
Biarkan sungai darah ibamu mengalir
Menyucikan raga serta jiwa ini

Yang mulia, ya raja Sorgawi
Hamba yang durhaka berharap ampun
Kasihanilah ciptaanmu ya Tuhan


04 juni 2019





SUNGGUH AKU RINDU- Oleh : Yabes Ottu


-SUNGGUH AKU RINDU-
Oleh : Yabes Ottu

Sungguh aku rindu
Memelukmu erat dalam bayang
Saat mata tak ingin buntu
Tatkala mentari pagi tak lekas pulang

Sungguh aku rindu
Gelebah pun tak ingin pergi
Bagai padang pasir merindu embun
Yang tak kerap menghampiri

Sunguh aku rindu
Mata hati mengelih dalam hampa
Dalam bayang menggengam tanganmu
Mendekapmu erat dalam fatamorgana

Sungguh aku rindu
Cemas dan rindu kembali berbaris padu
Bagai rembulan merindu mentari
Bagai gendang mengharap penari

Sungguh aku rindu
Jemari menari bersama pena
Menghidupkan sebait harapan di atas kertas
Yang berdiri kokoh atas nama cinta

Aku rindu
Sungguh ini kata nuraniku
Bukan nikmat rayu



02 juni 2019



-PELANGI INDAH-
Oleh : Angel Thamariska Talan

Terimakasih derai air mata
Hadirmu merubah suasana

Pelangi indah boleh kumiliki lagi
Karena engkau yang menghampiri

Terimakasih mendung
Engkau membawa sejuk dalam kalbu

Bunga mawar
Di taman boleh mekar indah
Karena butir-butir air hujan yang jatuh

Terimakasih badai
Selamat datang pelangi
Silahkan pergi duka hati


06 juli 2019


-PELANGIKU-
Oleh : Yabes Ottu

Dikala senja menyapaku
Aku yang menyendiri tak berteman
Dalam kespian dilanda rindu
Bagai siang merindukan rembulan

Wahai pelangi tak berwarna
Hadirmu merubah suasana
Cahaya sucimu menerima gelapku
Senyum sederhana mu
Sempurna dimata ku

Terimakasih pelangi
Semuanya menjadi indah
Hadirmu menyembuhkan luka batiniah
Yang pernah tergoresi

Pelangi indah tak berwarna
Terimkasih untuk cinta
Terimkasih pemilik pelangi tak berwarna

Aku dan kamu punya masa lalu masing-masing,
tapi itu tidak penting
karena sekarang aku hanya ingin membicarakan tentang masa depan. Mulai hari ini dan seterusnya,

"MARI BERJUANG BERSAMA"
Ya, itu harapku
Mari menemui kesempurnaan

Terimkasih pelangi
Izinkan aku menjaga warna mu
Restuilah aku memilikimu
Inginkan AKU dan KAMU tak terpisahkana
Hingga akhirnya menjadi AKU dan KAMU menjadi kita

Gibran Rakabuming Raka DiUsung Bacawapres Adalah Politik Dinasti Bukan Perwakilan Anak Muda

Gibran Rakabuming Raka Diusung Bacawapres Adalah Politik Dinasti Bukan Perwakilan Anak Muda Oleh : Yabes Ottu Pemilu sudah diambang pintu. P...