MALAM DAN SEBAIT HARAPAN
Saat kesejukan malam tak bersahabat, ketika letih melanda dengan hebat, pembaringan menjadi alasan aku kembali.
Saat dunia ku kehilangan cahaya mentari, sebagai insan yang lemah juga tak berdaya, sejenak aku kembali dalam renungan serta menanti lengkungan keindahan pelangi .
Aku tak mendapat kalah, juga tak bertekuk lutut pada letih, hanya saja aku harus berhenti sejenak untuk melangkah.
Aku masih sadar dalam tidur ku, masih bermimpi dalam pembaringan ku, semangat masih mengalir menyelusuri nadi.
Dalam pemberhentian, aku membangun harapan, aku masih memeluk impian yang tersimpan rapih pada dada ku.
selamat malam rembulan, selamat beristirahat mentari.
Kupang, 18 Januari 2023
-Yabes Ottu/Melodi Senja

Tidak ada komentar:
Posting Komentar