Minggu, 13 Oktober 2019

     

AKU INGIN ENGKAU ADA
Oleh: Yabes Ottu

Aku ingin engkau ada
Seperti pintu kamarku yang selalu terbuka
Dikala aku ada
Tertutup dikala aku sedang tak disana

Aku ingin engkau ada
Seperti ranjangku yang menerima tubuhku
Dikala aku terjebak dalam kantukku
Dan melepas namun setia menunggu aku

Aku ingin engkau ada
Seperti minyak wangiku
Yang selalu kukenal ketika kucium harumnya
Walaupun wanginya
Terhimpit dalam banyaknya wangi-wangian

Aku ingin engkau ada
Yang selalu ada
Dan yang selalu aku kenal
Walaupun semua seakan tak ada



Jumat, 11 Oktober 2019


-TERIMKASI SENJA-

Terimkasih senja yang indah
Warna merah tak membawa gerah
Sejuk tapi membawa dingin pada raga
Jiwapun ikut merasa

Teriakasih senja yang indah
Hadir dalam suasan resah
Tapi tak gagabah
Tak menghadirkan salah

Selamat jalan senja
Aku akan merindukan cerita kita
Tapi Ini adalah takdir
Dan aku akan tetap tegar
Harapku engkau juga tetap mekar

Selamat jalan senja
Kepergiaan senja meninggalkan rindu
Mungkin rebulan akan mengobati
Mungkin juga akan menemani






        
DALAM SUJUTKU PUN AKU BERDOSA
Oleh : Yabes Ottu

"Sadar dalam lemah". Ya, dalam sujut tak beraturan disitulah awal aku mendapati jiwa dan ragaku dalam gelapnya dosa.

Dalam syair yang aku lafalkan terselip berlaksa kegelapan. Kutemui diri ini dalam "sujut tak beraturan".

Entahlah, kapan dan dan dimana aku memulai merefleksikan hal sederhana ini. Mungkin disaat mentari tak lagi bersinar atau mungkin rembulan berisitirahat dari aktifitas malamnya atau mungkin dalam kesunyianku.
Akupun tak tahu namun yang pasti bahwa dalam melafalkan puisi tobat pada Tuhan disitulah dosa dimulai.

Aku terdapat dalam kelalaian dalam memenuhi janji tobat itu.

Dalam sujut aku berdosa. Terjebak dalam puisi yang kunaikan pada sang pemilik jiwa serta raga.

Ah, aku malu..
Malu sekali pada diriku yang penuh noda duniawi yang sempat kugoreskan pada dinding jalan kehidupan.

Gelisah tak menentu. Aku tak lagi mampu bebas. Ya, aku terjebak dalam noda kehidupan yang aku ciptakan sendiri.

Dalam kesunyian dibawah kolong lagit bentukan jemari kasih Tuhan aku terjebak tak mampu memilih. Tersendat dalam jalan-jalan ku sendiri.

Oh, malangnya hidupku. Dalam sujut doapun aku berdosa. Dalam pujian pada Sang Allahpun aku menyelipkan noda hitam.

Aku terjebak dalam sujut tak beraturan.

Antara takut dan harapan pun terombang-ambing.

Takutku adalah jika sujutku tak lagi dipandang oleh Sang Ilahi. Takutku jika nyanyainku tak lagi di nikmati Tuhan.

Harapanku adalah Tuhan mendengar keluh kesah manusia fana.

Dua paham yang saling menuduh. Saling merongrong ingin menang dan yang pasti aku yang terjebak.

Jika aku memilih maka disitu dosa dimulai. Aku pasti lalai dalam cobaan iman.

Jiwa berkata "jangan takut, turutilah kebenaran".

Ragapun membalas "Tapi aku lemah".

Jiwa dan raga berkelahi dalam satu rumah kehidupan.

Mereka bertengkar dan kehidupan terbeban. Antara mati dalam dosa atau hidup dalam dosa. Ataukah dosa mati dalam hidup.








Kamis, 10 Oktober 2019


SAHABAT AKU RINDU
Oleh : Elisabet Hewul


Halo kawan juang

Apakah kau baik-baik saja?

Kapan terakhir kali kita bertemu walau hanya sekedar saling menanyakan kabar?.

Mungkin semenjak perpisahan itulah awal rindu ini tergoreskan.

Waktu berjalan tanpa henti
Langkah kaki kitapun melangkah tak henti
Mengarungi gelapnya malam jalan kehidupan menjemput mentari pagi kesuksesan.

Teman aku ingin bercerita tentang kita.
Tentang jalan yang pernah kita lalui bersama.

Sahabat aku rindu bisikan manismu yang selalu bergema di telingku dikala aku tak mampu memilih.

Rasanya sudah lama sekali sahabat.

Berawal dari kesibukan kita hingga membalas pesan singkat pun terkadang terabaikan.

Dan sekarang terselip ragu untuk mengawali pembicaraan. Aku ragu harus mulai dari kata apa sehingga membuatmu bercanda lagi seperti waktu-waktu yang lalu.

Sahabat aku rindu. Rindu canda lepasmu.

Aku rindu masa-masa dulu dikala kita masih bersama.

Sahabat aku rindu untuk mendatangimu ketika bosan datang dan mengajakmu untuk jalan-jalan tanpa tujuan.

Sahabat aku rindu.

Ketika akuu ingin menangis dan aku akan mencari suasana ceria yang pernah kita ciptakan agar aku punya alasan untuk kembali tersenyum lepas.

Sahabat aku benci dengan jarak pemisah ini. Pilu selalu menghatuiku kini.

Sahabat sungguh aku merindukan kata-kata motifasimu dikala aku terjebak dalam ruang masalah kehidupan.

Sungguh, aku rindu


Kini, sudah empat tahun lamanya sejak kita saling bertatap muka dan kini tak kutemukan lagi senyum manismu.

Bahkan aku mulai takut akan melupakan suaramu karena sudah bertahun-tahun lamanya kita tak saling telepon. Pesan singkatpun tak lagi kubaca.

Sahabat terimkasih sudah hadir dan memberi cinta serta rindu yang dalam.

Sahabat, ini curahan hatiku untukmu. Curahan rindu yang tersimpan rapih dalam hati manis.

Sahabat, aku rindu
Sahabat, apa kabarmu disana?.
Harapku engkau baik-baik saja



Penulis :Yabes Ottu

Senin, 07 Oktober 2019


AKU DAN SUKSES KELAK AKAN SERASI
Oleh: Merfa Nelci Taebenu

Aku pernah berjuang
Kekalahan pernah kutantang
Hingga bermimpi untuk menang
Namun kembali kalah, dihantam karang

Tapi tidak, itu masa lalu
Bersama goresan hitam yang berlalu
Semangat masih kupeluk erat
Jalan jaung kembali kuralat

Detik, demi detik
Ombak hitam kembali menggeratak
Namun dengan semangat yang apik
Menyambut pelangi dihari esok

Tak peduli
Aku hanya imgin bermimpi
Cita-cita menjadi inspirasi
Aku dan sukses kelak akan serasi

Sujut doa
Kujadikan senjata
Syukur kujadiakan amunisi
Langkah sukses semakin pasti


MELODI KASAR
oleh: Yabes Ottu

Mereka tak peduli mengumbar
Melodi kasar
Terdengar merdu namun
seolah ditampar
Katanya ini bagian dari kultur


Jiwa terbakar hebat
Saat mereka membakar semangat
Namun jiwa merasa sekarat
Rasanya bengis walau sesaat

Evolusi tak searah
Membawa perubahan tak berakar
Jiwa kecil kembali ditindas kalah
Aku berlutut tak mampu berpikir

Debat kultur
Namun tak beretika
Katanya pemikir
Namun terdengar tak memiliki akar




Gibran Rakabuming Raka DiUsung Bacawapres Adalah Politik Dinasti Bukan Perwakilan Anak Muda

Gibran Rakabuming Raka Diusung Bacawapres Adalah Politik Dinasti Bukan Perwakilan Anak Muda Oleh : Yabes Ottu Pemilu sudah diambang pintu. P...