Kamis, 29 Juni 2023

BERANDA JIWA DI MALAM SUNYI

 BERANDA JIWA DI MALAM SUNYI


Malam semakin larut, diam dalam sunyi.

Tiada bising, hanya hanya aku yang menerobos lorong malam yang masih panjang.


Tubuh yang tergeletak, namun pikiran terus bergerak, mengiringi jantung yang berdetak. 


Angan terus mengajak aku berjalan, walau raga mengalah dalam kesunyian. 


Malam seperti mengajak aku berkelahi, impian merangsang, pikiran melayang. 


Aku berharap angin malam membawa aku untuk sejenak menepi, biarkan beranda jiwa yang dipenuhi impian membara dan esok aku akan melangkah lagi. 


Kupang, 17 Januari 2023

(Y. Ottu/Melodi Senja)

WANITA KU, PENYEJUK ASA SAAT LAYU

 WANITA KU, PENYEJUK ASA SAAT LAYU


Halo manis, jelita ku. 

Aku terlalu lemah kah disini sayang, atau aku yang terlalu menganggap mu begitu berarti sekarang?, 


Persiapkan diri mu sayang, engkau akan menjadi menjadi penolong.


Manis ku, salah kah aku meneteskan air mata didada mu, tempat aku bersandar lemah. Ataukah aku yang terlalu menganggap mu dekat sekarang.


Persiapkan lah diri mu sayang, engkau bahkan akan menjadi tempat aku mengadu disaat senja mendapati aku dalam perjalanan yang tak berujung. 


Wanita ku, perlu kamu tahu, laki-laki tangguh seperti aku sekalipun membutuhkan bahu. Tuhan pun tahu, sebab aku buatan jari-jari manis-Nya. Dan kau ada untuk mendampingi karya-Nya, dan karena aku ada maka kamupun ada.


Wanita ku, bagaikan rasa yang membara, membakar dalam relung kalbu. Tawa dan tangis beralaskan kasih bahkan akan milik mu puan. 


Kau wanita Paras ayu, penyejuk asa saat  layu.


Kupang, 28/11/2022

(Y.M.Ottu)

 AKU SANG PEJUANG 


Aku masih disini, aku masih terlalu kuat untuk berdiri, dan melangkah di jalan yang aku miliki.


Aku tahu jalan ku masih panjang, dan aku tahu nafas ku masih menjulang.


Dunia... Ini aku, bukan manusia pengecut, aku hanya sesekali menurut, bukan untuk bertekuk lutut.


Ah, menang bagi ku bukan jalan yang sulit, hanya saja belum waktunya untuk panji ku berkibar lepas, dan jerih terbalas.


Kuatir?, ah, itu bukan aku. 

Aku tahu, aku akan sampai di garis akhir, aku belum selesai disini.


Dunia, ini aku.

Sang Pejuang sejati.


Dunia, dengar ucap ku. 

Aku adalah aku, sekali berdarah, akan tetap mandi darah.


Kupang, 06 Desember 2022

(Y. Ottu)

SELESAI !!

SELESAI ... ! 

Raga ku kaku terbujur, 
diatas badan jalan tak bernyawa. 
Duri-karikil tak ingin hancur lebur, 
dan asa seakan tekubur. 

Dunia sungguh kejam bermain mata, 
Saat jiwa sedang merajut asa. 
Setalah sayap-sayap waktu dikepang tinggi, namun aku dipukulnya menepi. 

Aku bersumpah demi semesta, 
Selama nadi berdetak berdaya, 
Sayap-sayap mungil ku akan mengudara, 
Aku akan berpijak kembali ke angkasa. 

Aku berjani demi semesta, 
Disini tempat tertanam darah dan pusar, 
Akan menjadi pijakan awal menuju garis akhir, diatas tanah ini tiang panji akan berkibar. 

Aku berjanji demi kehidupan, 
 di atas bumi yang memberi kehidupan, Keadilan akan ku menangkan, 
Sampai titik darah penghabisan. 

Dunia fana, 
Aku begitu meyakini bahwa sesungguhnya,
Aku berjanji dan semesta tahu apa yang diperbuat, 
Ingkat pada janji adalah jalan menuju maut.

 Dan disana, 
Setelah aku berdiri kokoh di atas tanah keadilan, 
Aku akan memproklamirkan janji atas semesta, dan akan ku akhiri itu dengan kata "Selesai .. !". 


Yabes Merkido Ottu 
Kupang,(022223) 

Gibran Rakabuming Raka DiUsung Bacawapres Adalah Politik Dinasti Bukan Perwakilan Anak Muda

Gibran Rakabuming Raka Diusung Bacawapres Adalah Politik Dinasti Bukan Perwakilan Anak Muda Oleh : Yabes Ottu Pemilu sudah diambang pintu. P...