SURAT CINTA UNTUK MAHASISWA/I BARU STAKN KUPANG TAHUN 2019
Oleh : Yabes Ottu
Syalom.
Doaku menyertaimu selalu kawan, harapku semoga kawan baik-baik saja disana, di medan juang menuju cita-cita.
Hadirmu dalam wadah stakn kupang menjadi kebanggaan kita bersama. Disini kita akan berjuang bersama menemui harapan kita kawan. Kita akan bergandeng tangan, saling mengisi dalam satu juang dalam sejuta harapan yang terpendam dalam benak kita.
Solidaritas menjadi harapan kita. Gotong royong menjadi kekuatan kita di dalam Tuhan Yesus yang adalah sang kepala gerakan perjuangan kita dalam menemui cita-cita kita.
Percayalah kawan bahwa disini kita tidak akan sepenuhnya bahagia karena aku
percaya bahwa sebelum menuju pelangi kita akan menemui hujan badai yang dasyat yang bisa menguras tenaga serta pikiran kita. Pada akhirnya badai akan mengakui keberadaan pelangi. Ya, air mata akan mengakui keberadaan senyum bahagia.
Jangan takut berjuang kawan, jangan takut pula untuk meneri ria karena ada aku dan ada mereka yang siap membantu dan terlebih ada Tuhan Yesus sebagai sang penolong yang akan setia merangkul serta menolong mu kawan.

Kawan, kini engkau bukan siswa kecil tapi sebagai siswa besar atau mahasiswa. Jangan bungkam ketika kawan menemui kejanggalan pada wadah Stakn kupang. Jangan berdiam tapi bersuaralah ketika kawan menemui ketidakadilan disini bahkan diluar sana karena suara serta perjuangan mu akan diemaskan ketika perjuanganmu adalah untuk kebenaran serta keadilan.
Harapku kawan dapat menjadi mahasiswa yang kreatif dan inovatif. Dengan rendah hati aku mengajak kita semua agar menjadi agen perubahan bagi Gereja dan Bangsa kita terkhususnya Nusa Tenggara Timor tercinta.
Kawan ada satu rahasia lagi yang aku ingin sampaikan kepada kawan. Aku tahu tidak semua disini tinggal dengan orang tua karena pasti ada diantara kita yang tinggal dikontrakan.
Jika kawan tinggal di kontrakan dan jauh dari orang tua maka berjuanglah melawan hawa nafsu muda demi jalanmu menuju pelangi bahagia tidak menjadi sulit. Disini kawan akan merasakan pahitnya hidup. Makan nasi tanpa sayur akan selalu kawan alami. Kekurangan uang saku akan sering kawan hadapi. Tapi ingat kawan, kalau engkau seorang wanita cantik yang kekurangan di dalam kontrakan dalam sehari makan jangan menjual dirimu demi sepeser rupiah demi mendapatkan sebatang lipstik dan sebotol krim handbody. Engkau punya teman yang bisa engaku meminjam darinya dan engkau bisa kembalikan disaat engkau sudah memiliki. Tapi jika tubuh indahmu engkau gadaikan demi memenuhi kebutuhan ragamu maka sekali-sekali engkau tak akan memilikinya lagi walaupun engkau sudah memiliki segalanya dikelak nanti.
Dan untuk engkua kawan laki-laki yang tinggal di kontrakan maka jangan merasa bebas dengan kesempatan di kontrakan. Jangan melakukan apa yang tidak perlu dilakukan yang akan memperlambat anda untuk menemui cita-cita mu kawan.
Aku tahu kalau kawan yang datang dari desa pasti datang dengan misi besar dari keluarga, ya aku tahu itu karena aku juga adalah putra titipan dari desa yang datang untuk mencari ilmu dikota sehingga pada waktu yang ditentukan Tuhan aku dan kawan dapat kembali dan merawat serta membangun tanah kelahiran.
Dan untuk kawan yang tinggal dengan orangtua, bersyukurlah karena kawan tidak jauh dari didikan orang tua. Bersyukurlah karena nasi mu selalu berteman sayuran, bersukurlah karena uang sakumu tidak pernah habis karena selalu diberi setiap pagi.
Pada akhirnya aku berharap, juang aku dan juangmu tidak berhenti di tengah jalan tetapi tetap bergandeng tangan dalam menyongsong masa depan yang cerah yang telah Tuhan sediakan bagi kita.
STAKN KUPANG adalah rumah keduamu, Dosen adalah orang tua kita disini. Senioritas adalah kakak kita. Junior adalah adik kita. Mari menjadi agen perubahan untuk diri kita dan orang lain di sekitar kita dan di STAKN Kupang yang kita sama-sama cintai.
-KITA BELUM SELESAI-
Kita belum selesai kawan
Kita tidak hanya selesai di daratan
Di ujung sanalah cita-cita
Pelangi harapan kita bersama
Tetaplah memeluk harap
Jangan merana
Kita belum selesai sahabat
Bersama kita akan menjadi hebat
Berkolaborasi menjadi kuat
Menggapai cita-cita bersama
Kita belum selesai kawan
Sebab Mutaira ada dibalik karang
Tetaplah kejar azam yang membentang Jadilah bintang
Jangan suram bagai awan
Kita belum selesai
Walaupun tidak menjadi bintang
Yang berpayung rembulan
Tapi tetaplah berjuang
Jagan mundur apalagi roboh
Sobatku Jagan gentar
Kita adalah pucuk segar
Tetaplah megar
Malar segar
Walau panas membakar
Tetaplah berdiri tegar
Sampai dapat gelar