-RINDU MENGUSIK-
Oleh : Yabes Ottu
Kesepian kembali mengejek
Di sela-sela malam
Kekasih yg kurindu tak datang mengajak
Aku kian tenggelam dalam lautan rindu
Mencoba melihat dari sela-sela jendela
Rintik hujan semakin membasahi taman
Jatuh berteman tapi aku tak sendrian
Malupun kembali menghatui sukma
Duduk bersila dibawah tenda biru
Hanya berteman secangkir kopi pahit
Kisah kemarin kembali menyengat
Kalbupun kembali ditawan rindu
Rindu mengusik kalbu
Jiwa yang hampa tak mampu menerima
Namun rindu tak peduli tetap memburu
Seakan siap menerkam mangsa
Kupang, 09 agustus
Jumat, 09 Agustus 2019
Senin, 05 Agustus 2019
SURAT CINTA UNTUK MAHASISWA/I BARU STAKN KUPANG TAHUN 2019
Oleh : Yabes Ottu
Syalom.
Doaku menyertaimu selalu kawan, harapku semoga kawan baik-baik saja disana, di medan juang menuju cita-cita.
Hadirmu dalam wadah stakn kupang menjadi kebanggaan kita bersama. Disini kita akan berjuang bersama menemui harapan kita kawan. Kita akan bergandeng tangan, saling mengisi dalam satu juang dalam sejuta harapan yang terpendam dalam benak kita.
Solidaritas menjadi harapan kita. Gotong royong menjadi kekuatan kita di dalam Tuhan Yesus yang adalah sang kepala gerakan perjuangan kita dalam menemui cita-cita kita.
Percayalah kawan bahwa disini kita tidak akan sepenuhnya bahagia karena aku
percaya bahwa sebelum menuju pelangi kita akan menemui hujan badai yang dasyat yang bisa menguras tenaga serta pikiran kita. Pada akhirnya badai akan mengakui keberadaan pelangi. Ya, air mata akan mengakui keberadaan senyum bahagia.
Jangan takut berjuang kawan, jangan takut pula untuk meneri ria karena ada aku dan ada mereka yang siap membantu dan terlebih ada Tuhan Yesus sebagai sang penolong yang akan setia merangkul serta menolong mu kawan.

Kawan, kini engkau bukan siswa kecil tapi sebagai siswa besar atau mahasiswa. Jangan bungkam ketika kawan menemui kejanggalan pada wadah Stakn kupang. Jangan berdiam tapi bersuaralah ketika kawan menemui ketidakadilan disini bahkan diluar sana karena suara serta perjuangan mu akan diemaskan ketika perjuanganmu adalah untuk kebenaran serta keadilan.
Harapku kawan dapat menjadi mahasiswa yang kreatif dan inovatif. Dengan rendah hati aku mengajak kita semua agar menjadi agen perubahan bagi Gereja dan Bangsa kita terkhususnya Nusa Tenggara Timor tercinta.
Kawan ada satu rahasia lagi yang aku ingin sampaikan kepada kawan. Aku tahu tidak semua disini tinggal dengan orang tua karena pasti ada diantara kita yang tinggal dikontrakan.
Jika kawan tinggal di kontrakan dan jauh dari orang tua maka berjuanglah melawan hawa nafsu muda demi jalanmu menuju pelangi bahagia tidak menjadi sulit. Disini kawan akan merasakan pahitnya hidup. Makan nasi tanpa sayur akan selalu kawan alami. Kekurangan uang saku akan sering kawan hadapi. Tapi ingat kawan, kalau engkau seorang wanita cantik yang kekurangan di dalam kontrakan dalam sehari makan jangan menjual dirimu demi sepeser rupiah demi mendapatkan sebatang lipstik dan sebotol krim handbody. Engkau punya teman yang bisa engaku meminjam darinya dan engkau bisa kembalikan disaat engkau sudah memiliki. Tapi jika tubuh indahmu engkau gadaikan demi memenuhi kebutuhan ragamu maka sekali-sekali engkau tak akan memilikinya lagi walaupun engkau sudah memiliki segalanya dikelak nanti.
Dan untuk engkua kawan laki-laki yang tinggal di kontrakan maka jangan merasa bebas dengan kesempatan di kontrakan. Jangan melakukan apa yang tidak perlu dilakukan yang akan memperlambat anda untuk menemui cita-cita mu kawan.
Aku tahu kalau kawan yang datang dari desa pasti datang dengan misi besar dari keluarga, ya aku tahu itu karena aku juga adalah putra titipan dari desa yang datang untuk mencari ilmu dikota sehingga pada waktu yang ditentukan Tuhan aku dan kawan dapat kembali dan merawat serta membangun tanah kelahiran.
Dan untuk kawan yang tinggal dengan orangtua, bersyukurlah karena kawan tidak jauh dari didikan orang tua. Bersyukurlah karena nasi mu selalu berteman sayuran, bersukurlah karena uang sakumu tidak pernah habis karena selalu diberi setiap pagi.
Pada akhirnya aku berharap, juang aku dan juangmu tidak berhenti di tengah jalan tetapi tetap bergandeng tangan dalam menyongsong masa depan yang cerah yang telah Tuhan sediakan bagi kita.
STAKN KUPANG adalah rumah keduamu, Dosen adalah orang tua kita disini. Senioritas adalah kakak kita. Junior adalah adik kita. Mari menjadi agen perubahan untuk diri kita dan orang lain di sekitar kita dan di STAKN Kupang yang kita sama-sama cintai.
Kita belum selesai kawan
Kita tidak hanya selesai di daratan
Di ujung sanalah cita-cita
Pelangi harapan kita bersama
Tetaplah memeluk harap
Jangan merana
Kita belum selesai sahabat
Bersama kita akan menjadi hebat
Berkolaborasi menjadi kuat
Menggapai cita-cita bersama
Kita belum selesai kawan
Sebab Mutaira ada dibalik karang
Tetaplah kejar azam yang membentang Jadilah bintang
Jangan suram bagai awan
Kita belum selesai
Walaupun tidak menjadi bintang
Yang berpayung rembulan
Tapi tetaplah berjuang
Jagan mundur apalagi roboh
Sobatku Jagan gentar
Kita adalah pucuk segar
Tetaplah megar
Malar segar
Walau panas membakar
Tetaplah berdiri tegar
Sampai dapat gelar
-SANG SAKA MERAH PUTIH-
Oleh: Yabes Ottu
Pusaka merah putih
Adalah gambarang berlakasa darah
Yang mengalir membasahi bunda pertiwi
Demi kelak bahagia anak cucu pribumi
Sang saka
Berkibar mengudara
Karena pahlawan yang gagah perkasa
Walau maut merebut jiwa dan raga
Kain berwarna merah putih
Merupakan kain pembalut bunda pertiwi
Yang sejak lama pertiwi di telanjagi
Serta diludahi
Bahkan di perkosa oleh para penjajah
Tepat tanggal tujuh belas agustus
Sang saka berkibar bebas
Walau tak sedikit darah yang amblas
Oleh para pembunuh bengis
Tiang sejarah
Tetap menopang sang saka merah putih
Jiwa 'jas merah'
Tetap dalam kalbu berdiri kokoh

Kini aku bebas
Karena para pejuang yang berjuang keras
Mengibarkan sang saka di samudra lepas
Melawan amarah arus lautan biru
Oleh: Yabes Ottu
Pusaka merah putih
Adalah gambarang berlakasa darah
Yang mengalir membasahi bunda pertiwi
Demi kelak bahagia anak cucu pribumi
Sang saka
Berkibar mengudara
Karena pahlawan yang gagah perkasa
Walau maut merebut jiwa dan raga
Kain berwarna merah putih
Merupakan kain pembalut bunda pertiwi
Yang sejak lama pertiwi di telanjagi
Serta diludahi
Bahkan di perkosa oleh para penjajah
Tepat tanggal tujuh belas agustus
Sang saka berkibar bebas
Walau tak sedikit darah yang amblas
Oleh para pembunuh bengis
Tiang sejarah
Tetap menopang sang saka merah putih
Jiwa 'jas merah'
Tetap dalam kalbu berdiri kokoh

Kini aku bebas
Karena para pejuang yang berjuang keras
Mengibarkan sang saka di samudra lepas
Melawan amarah arus lautan biru
Minggu, 28 Juli 2019
Oleh: Yabes Ottu -KISAH DI PERTENGAHAN BULAN JUNI-
CERPEN
Oleh: Yabes Ottu
-KISAH DI PERTENGAHAN BULAN JUNI-
Pertemuan yang tak terduga oleh aku dan dia. Datang disaat aku menemui jalan buntu dan tak tahu kemana aku harus beranjak keluar dari kisah pilu yang baru saja menimpaku beberapa saat lalu. Datang dengan senyum sederhana namun membangkitkan semangat juang. Jiwa yang hancur luluh dalam luka bekas bengis yang dilukis ole dia yang telah berlalu.
Dia datang mengajarkan tentang bagaimana mencintai tanpa memandang latar belakang. Dia tak peduli latar belakang. Yang dia inginkan dariku hanya kasih yang tulus karena menurutnya materi akan diperoleh tapi kasih yang tulus tak gampang diperoleh serta dimiliki.

Dia hadir mengajarkan tentang pentingnya mengucapkan selamat tidur di setiap malam serta betapa pentingnya melafalkan namanya dalam setiap doa pada Sang pencipta.
Hadir Memberikan dukungan untuk tetap ada dalam medan juang demi menggapai cita-cita.
Cerita yang dimulai dipertengahan bulan juni kian berdiri kokoh diatas dasar kasih. Diatas kasih yang diajarkan oleh Kristus yaitu mengenakan belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemah lembutan dan kesabaran.
Karena kasih sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.
Kadang air mata mengalir mengiring jalan kami, kadang pula terlihat senyum bahagia yang tergambar jelas di wajah namun kami menerima dan menyukiri bahwa semua yang terjadi karena seizin Tuhan.
Jalan kami tidak mudah tapi saling menyapa dan saling mendukung untuk tetap berjuang menjadi kekuatan kami. Kami tahu bahwa pada akhirnaya badai akan berhenti dan mengakui keberadaan pelangi, ya pada akhinya air mata akan mengakui keberadaan senyum bahagia.
Dia sering berkata "KITA ADA UNTUK SALING MENDUKUNG BUKAN UNTUK MENGHANCURKAN". Kadang aku merenung, siapakah aku sehingga dia begitu mencintaiku, kadang pula aku berpikir mungkin dia terlalu bodoh karena mencintai orang seperti aku. Tapi dia sering pula berbisik manja di telingaku, katanya "AKU MENCINTAIMU BUKAN ATAS DASAR MATERI TAPI ATAS DASAR KASIH" Ah, kalau demikian cintanya kepadaku yang begitu tulus, maka akupun ingin mecintainya dengan tulus. Mencintainya seperti bagaimana aku mencintai diriku sendiri karena kelak jika Tuhan mengijinkan maka dia akan menjadi belahan jiwaku dan membagun bahtera kecil kami bersama keluarga kecil kami nantinya.
Hari berganti hari, kisah yang tumbuh di pertengahan bulan juni kian tumbuh semakin kokoh diatas dasar kasih dan diatas dasar tiga kewajiban atau yang biasa kami sebut Tri Darma juang, yaitu;
1.cita-cita
2.keluarga
3.cinta
Tri darma yang berdiri kokoh diatas dasar Kasih Kristus.
Katanya kepada ku, jo ( panggilan kusus untuk kami, "jodoh") tri darma ini harus sama-sama jalan supaya kehadiran hubungan kita menjadi berkat bagi kita dan orang lain disekitar kita.
Terimakasih Mawar
Terimakasih jo, semoga ketulusan selalu hidup dalam juang kita.
Kupang, 27 juli 2019
Oleh: Yabes Ottu
-KISAH DI PERTENGAHAN BULAN JUNI-
Pertemuan yang tak terduga oleh aku dan dia. Datang disaat aku menemui jalan buntu dan tak tahu kemana aku harus beranjak keluar dari kisah pilu yang baru saja menimpaku beberapa saat lalu. Datang dengan senyum sederhana namun membangkitkan semangat juang. Jiwa yang hancur luluh dalam luka bekas bengis yang dilukis ole dia yang telah berlalu.
Dia datang mengajarkan tentang bagaimana mencintai tanpa memandang latar belakang. Dia tak peduli latar belakang. Yang dia inginkan dariku hanya kasih yang tulus karena menurutnya materi akan diperoleh tapi kasih yang tulus tak gampang diperoleh serta dimiliki.

Dia hadir mengajarkan tentang pentingnya mengucapkan selamat tidur di setiap malam serta betapa pentingnya melafalkan namanya dalam setiap doa pada Sang pencipta.
Hadir Memberikan dukungan untuk tetap ada dalam medan juang demi menggapai cita-cita.
Cerita yang dimulai dipertengahan bulan juni kian berdiri kokoh diatas dasar kasih. Diatas kasih yang diajarkan oleh Kristus yaitu mengenakan belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemah lembutan dan kesabaran.
Karena kasih sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.
Kadang air mata mengalir mengiring jalan kami, kadang pula terlihat senyum bahagia yang tergambar jelas di wajah namun kami menerima dan menyukiri bahwa semua yang terjadi karena seizin Tuhan.
Jalan kami tidak mudah tapi saling menyapa dan saling mendukung untuk tetap berjuang menjadi kekuatan kami. Kami tahu bahwa pada akhirnaya badai akan berhenti dan mengakui keberadaan pelangi, ya pada akhinya air mata akan mengakui keberadaan senyum bahagia.
Dia sering berkata "KITA ADA UNTUK SALING MENDUKUNG BUKAN UNTUK MENGHANCURKAN". Kadang aku merenung, siapakah aku sehingga dia begitu mencintaiku, kadang pula aku berpikir mungkin dia terlalu bodoh karena mencintai orang seperti aku. Tapi dia sering pula berbisik manja di telingaku, katanya "AKU MENCINTAIMU BUKAN ATAS DASAR MATERI TAPI ATAS DASAR KASIH" Ah, kalau demikian cintanya kepadaku yang begitu tulus, maka akupun ingin mecintainya dengan tulus. Mencintainya seperti bagaimana aku mencintai diriku sendiri karena kelak jika Tuhan mengijinkan maka dia akan menjadi belahan jiwaku dan membagun bahtera kecil kami bersama keluarga kecil kami nantinya.
Hari berganti hari, kisah yang tumbuh di pertengahan bulan juni kian tumbuh semakin kokoh diatas dasar kasih dan diatas dasar tiga kewajiban atau yang biasa kami sebut Tri Darma juang, yaitu;
1.cita-cita
2.keluarga
3.cinta
Tri darma yang berdiri kokoh diatas dasar Kasih Kristus.
Katanya kepada ku, jo ( panggilan kusus untuk kami, "jodoh") tri darma ini harus sama-sama jalan supaya kehadiran hubungan kita menjadi berkat bagi kita dan orang lain disekitar kita.
Terimakasih Mawar
Terimakasih jo, semoga ketulusan selalu hidup dalam juang kita.
Kupang, 27 juli 2019
Rabu, 24 Juli 2019
-TERIMKASI SENJA-
Terimkasih senja yang indah
Warna merah tak membawa gerah
Sejuk tapi membawa dingin pada raga
Jiwapun ikut merasa
Teriakasih senja yang indah
Hadir dalam suasan resah
Tapi tak gagabah
Tak menghadirkan salah
Selamat jalan senja
Aku akan merindukan cerita kita
Tapi Ini adalah takdir
Dan aku akan tetap tegar
Harapku engkau juga tetap mekar
Selamat jalan senja
Kepergiaan senja meninggalkan rindu
Mungkin rebulan akan mengobati
Mungkin juga akan menemani
Sabtu, 06 Juli 2019
TERBANGLAH INDONESIA
Oleh : Yabes Ottu
Terbanglah Ibunda pertiwi
Gapai cita-cita mu bersama bintang
Tunjukkan pada dunia
Bahwa engkaulah pemenang
Bunda pertiwi engkau bisa
Terbanglah Indonesia
Melangkahlah Bunda pertiwi
Sayapmu adalah rakyatmu
Terbangalah bersama sarung merah putih
Takkan ada yang bisa membekukanmu
Terbanglah indonesia
Majulah bunda pertiwi
Engkau bebas berekspresi
Kalahkan ganasnya lautan lepas
Taklukan samudra biru
Jadilah singa muda yang haus kemenagan
Melangkahlah dengan bebas tanpa takut indonesia bangsa yang hebat
Bangsa yang menghargai perdamaian
Dasar pijakan mu semakin kokoh
BhiNeka Tunggal Ika adalah kuatmu
Jangan mengalah
Apa lagi kalah
Yabes Ottu -HAMPIR LELAH-
-HAMPIR LELAH-
Oleh: Yabes Ottu
Kupang 29 juni 2019
Aku lelah, hampir juga kalah
Panas suryamu tak mampu ku tepis
Mawar yang mekar semakin layu
Semua karna lakumu
Sejuta rasa lelah
Berlaksa rasa jenuh
Bersamaan menghajar jiwa
Ditamba amarahmu yang kian membara
Sungguh, aku seakan ingin menyerah
Aku bosan dengan tingkahmu
Yang kadang memicu amarah
Tapi sungguh, aku hanya pasrah
Aku tetap berdiam seribu bahasa
Semua karena rasa cinta padamu
Aku tahu, aku tak sempurna
Tapi aku punya kasih yang tidak tercela
Bahkan tak bisa juga kau temui disana
Demi kamu aku menjaga cinta
Untukmu pula aku mengasuh luka

Kemarilah sayang
Rawatlah mawar yang kian layu
Bawalah embun kasihmu
Peliharalah, biarkan ia berkembang
Langganan:
Postingan (Atom)
Gibran Rakabuming Raka DiUsung Bacawapres Adalah Politik Dinasti Bukan Perwakilan Anak Muda
Gibran Rakabuming Raka Diusung Bacawapres Adalah Politik Dinasti Bukan Perwakilan Anak Muda Oleh : Yabes Ottu Pemilu sudah diambang pintu. P...
-
DERAI DI AKHIR BULAN JUNI Oleh : Yabes Ottu Berderai diakhir bulan juni. Aku yang menghadirkan derai namun tak mampu kuterima. Tenang b...
-
TERBANGLAH INDONESIA Oleh : Yabes Ottu Terbanglah Ibunda pertiwi Gapai cita-cita mu bersama bintang Tunjukkan pada dunia Bahwa en...
