Senin, 07 Oktober 2019

HARTA DARI AYAH UNTUKKU
Cerpen Karangan: Yabes Ottu
Kategori: Cerpen Keluarga


Malam ini aku dan keempat saudara ku serta Ayah dan Ibu duduk mengelilingi meja makan yang diatas meja tersebut telah tersedia hidangan makan malam seadanya yang telah disediakan oleh ibu.

Dari sudut meja makan dengan suara yang lembut, ibu mempersilahkan untuk kami menikmati hidangannya. Kami bergantian mengambil hidangan ini diatas meja sederhana diruang keluarga yang berukuran kecil kami yang kami miliki. Suasan bahagiapun semakin lengkap ketika adik bungsu ku bersedia memimpin doa makan kami dengan mengejakan doa Bapak kami. Selesai adikku memimpin doa makan, kami langsung menikmati hidangan sederhana yang disediakan oleh ibu yang tidak kalah lezat dengan makan restoran bintang lima.

Setelah selesai menikamti santap makan malam seperti biasa aku dan ayah masih duduk bersama. Ya, setidaknya sedikit mengisi waktu malam dengan mendengarkan kata-kata nasihat dari ayah untukku dan menikmati kopi panas yang telah disipakan oleh ibu. Sedangkan ibu dan keempat adik-adikku memilih untuk istirahat karena lelah dengan aktifitas seharian.

Setelah ibu dan keempat adik-adiku menuju kamar tidur. Kini hanya aku dan ayah yang masih duduk diruang keluarga kecil kami.

“Aku adalah ayahmu dan kamu adalah putra sulungku dan engkau yang akan mendapatkan tenagaku.” Ucap laki-laki yang kerap disapa Bapak Mizz itu.

Perkataan itu sedikit sederhana namun membuat aku terharu dan sedikit membuncah. Pikirku ayah mungkin masih kesal karena tadi siang aku sedikit lalai dalam mengerjakan pekerjaan yang ditugaskan keluarga padaku sehingga ayah harus turut membantu dalam menyelesaikan.

Dengan tatapan yang tajam namun terlihat dari balik kelopak matanya meneteskan air kasih sayang.

Katanya lagi padaku "Erki, engkau yang akan memiliki segala yang aku punya saat ini".
Aku yang duduk di kursi tua itu semakin membisu seolah disihir oleh kata-kata ayahku.
Aku ingin sekali mengucapkan terimkasih namun aku tak ingin ucapakanku membuat ayah berhenti mengucapkan kata-kata berkatnya padaku. Aku hanya bisa terdiam menatap ayahku dengan penuh kasih. Ayahku yang tadinya berbica kembali terdiam dan menyeka matanya karena air matanya mengalir membasahi pipi yang sedikit keriput itu.

Setelah terdiam sejenak ayahku melanjutkan pembicaraannya. Kali ini ia berkata " nak, maksud dari ucapan tadi bukan harta karun yang akan aku berikan kepadamu namun yang aku maksudka adalah tenagaku. Dengan sisa tenaga yang Tuhan masih percayakan kepadaku serta kereta lapuk yang kita miliki, aku akan menyelusuri setiap lorong-lorong keramaian kota untuk mencari besi tua untuk menukar dengan sepeser rupiah ke juragan besi tua supaya engaku serta adik-adikmu bisa sekolah dan selebihnya untuk membiayai kebutuhan keluarga kita".
Aku yang mendengarkan apa yang baru saja dikatakan ayahku itu semakin membisu, namun air mataku mengalir mengisyaratkan bahwa aku sedang mengucapkan terimkasih kepada ayahku.

Ayahku yang sempat melihat air mata ku itu tak ingin berhenti berbicara.

Lanjut ayahku berkata " kita keluarga miskin nak, namun aku tak ingin kelak engkau kekurangan seperti aku. Yang aku inginkan sekarang adalah engkau serta adik-adikmu harus sukses".

Aku yang mendengar, seakan ingin berbicara namun baru saja aku menarik nafas dan berbicara, ayah memotong. Kali ini ia berkata, "kuatkan hatimu karena aku masih bisa berjuang karena tenagaku yang masih tersisa akan aku berikan sebagai harta untuk menjamin masa depanmu serta adik-adikmu".

Mendengar itu, aku berkata pada ayahku " ayah, apa yang bisa aku lakukan untuk membantu ayah?".

Ayahku yang duduk di depanku dengan tatapan yang terlihat tulus ia berkata "Erki, aku tak meminta balasan darimu yang aku minta adalah tetaplah berjuang dalam masa pendidikanmu dan jangan lupa membawa namaku dalam setiap doa tidur malam mu, supaya Tuhan dapat selalu membuka jalan bagiku dalam setiap pekerjaan ku supaya dapat membiayai engkau serta adik-adikmu di bangku pendidikan supaya kelak engkau serta adik-adikmu sukses". Kali ini aku hanya bisa meneteskan air mata pilu.
Dan hanya mampu berkata "Terimkasih ayah untuk perjuanganmu. Doaku memelukmu selalu ayah".

Ayahku yang tak kuasa melihat aku meneteskan air mata . Dia kembali mengancungkan kepalan tangan kiri sebagai isyarat untuk tetap semangat.
Lanjut Ia berkata "nak persiapkan keperluan kuliahmu setelah itu kamu boleh istirahat karena besok kamu harus pergi ke kampus pagi".

Aku yang tadinya duduk disebelah ayah lansung bergegas menuju meja belajar kecilku yang dibuat oleh ayahku sendiri dari sisa-sisa papan yang diminta dari tetangga rumahku. Karena aku tahu ayahku tak ingin melihat aku menangis sehingga ia mengalihkan suasana dengan menyuruhku mempersiapkan keperluan untuk kuliah besok.

.
Semoga kisah ini bermanfaat bagi aku dan kamu. Tuhan Memberkati Kita semua😊


IZINKAN AKU MENGGORESKAN CINTA
Oleh: Yabes Ottu

Apa aku harus berkelana
Seperti hati yang menginkan cinta
Bagaikan debu ditiup angin senja

Inginmu tak bolekah aku terjebak
Ataukah aku harus berhenti sejenak

Jika ada ruang untukku
Maka biarkan cinta disabut oleh tulusmu

Jika ada tempat
Bolekah kehadiranku disambut
Walau sekedar istirahat sesaat
      
Jika aku mendapat kerelaan
Akupun turut menggoreskan kenangan
Turut melukiskan cinta pada kalbu

Jika fajar cinta masih terbit
Maka akupun ingin menjadi terhebat

Izinkan aku menjadi menjadi pena
Serta engkau laksana kertas sastra
Aku hendak melukisakan sebait cinta
Sebait syair tentang cita-cita dan cinta

Semuakan ku lukis pada puisi cinta
Tentang kau yang menjadi cita-cita




CINTA HANYA BERMODALKAN HATI
Oleh: Yabes Ottu

Cintamu padaku
Bagaikan menulis pada langit biru
Sulit ditebak disetiap sudut yang membiru

Jelas, namun tak terjangkau
Hanya mampu dinikmati oleh mata
Tapi tak berarti bagiku

Inikah cinta
Yang dipisahkan oleh dinding jarak
Cinta yang bermodalkan hati

Namun itu sungguh berarti
Karna ku yakin kaulah cinta sejati
Namamu yang terlukis abadi
Rasa yang tergores kekal pada dinding hati

Selasa, 24 September 2019

DERAI DI AKHIR BULAN JUNI

DERAI DI AKHIR BULAN JUNI
Oleh : Yabes Ottu

Berderai diakhir bulan juni. Aku yang menghadirkan derai namun tak mampu kuterima.

Tenang bagai angin yang silir semilir namun membawa aku pada jurang kematian yang pilu.

Mungkinaku yang salah karena terlalu jatuh dalam jurang rasa. Aku yang terjebak dalam kisah semu.

Aku terjebak pada rasa yang tak terbalas.
Cinta yang tak dianggap.

Bagaikan cinta antara matahari dan bulan yang tak pernah bertemu.

Bagaikan cakrawala dan daratan yang tak bergandeng walau ada rindu yang tersimpan.

Bagaikan siang dan malam yang saling memiliki namun tak ingin bertemu.

Aku yang salah.

Aku yang tak mampu berpikir sebelum memulai. Hanya mampu berhalusinasi tentang awal kisah namun tak mampu melihat akhir yang penuh pilu.

Apakah kisah derai akhir bulan juni adalah kasih.
Ataukah hanya akan menjadi kisah yang akan dikenang.

Kini hanya cerita dalam bayang semu namun kan kulukis rapi pada dinding kalbu

Kan ku ukir sebagai kenangan yang pernah aku lalui dan akan aku rintis jalan baru yang terbaik bagiku.


Jumat, 09 Agustus 2019

-RINDU MENGUSIK-
Oleh : Yabes Ottu

Kesepian kembali mengejek
Di sela-sela malam
Kekasih yg kurindu tak datang mengajak
Aku kian tenggelam dalam lautan rindu

Mencoba melihat dari sela-sela jendela
Rintik hujan semakin membasahi taman
Jatuh berteman tapi aku tak sendrian
Malupun kembali menghatui sukma

Duduk bersila dibawah tenda biru
 Hanya berteman secangkir kopi pahit
Kisah kemarin kembali menyengat
Kalbupun kembali ditawan rindu

Rindu mengusik kalbu
Jiwa yang hampa tak mampu menerima
Namun rindu tak peduli tetap memburu
Seakan siap menerkam mangsa

Kupang, 09 agustus

Senin, 05 Agustus 2019


SURAT CINTA UNTUK MAHASISWA/I BARU STAKN KUPANG TAHUN 2019

Oleh : Yabes Ottu

Syalom.
Doaku menyertaimu selalu kawan, harapku semoga kawan baik-baik saja disana, di medan juang menuju cita-cita.

Hadirmu dalam wadah stakn kupang menjadi kebanggaan kita bersama. Disini kita akan berjuang bersama menemui harapan kita kawan. Kita akan bergandeng tangan, saling mengisi dalam satu juang dalam sejuta harapan yang terpendam dalam benak kita.

Solidaritas menjadi harapan kita. Gotong royong menjadi kekuatan kita di dalam Tuhan Yesus yang adalah sang kepala gerakan perjuangan kita dalam menemui cita-cita kita.

Percayalah kawan bahwa disini kita tidak akan sepenuhnya bahagia karena aku
percaya bahwa sebelum menuju pelangi kita akan menemui hujan badai yang dasyat yang bisa menguras tenaga serta pikiran kita. Pada akhirnya badai akan mengakui keberadaan pelangi. Ya, air mata akan mengakui keberadaan senyum bahagia.

Jangan takut berjuang kawan, jangan takut pula untuk meneri ria karena ada aku dan ada mereka yang siap membantu dan terlebih ada Tuhan Yesus sebagai sang penolong yang akan setia merangkul serta menolong mu kawan.

Kawan, kini engkau bukan siswa kecil tapi sebagai siswa besar atau mahasiswa. Jangan bungkam ketika kawan menemui kejanggalan pada wadah Stakn kupang. Jangan berdiam tapi bersuaralah ketika kawan menemui ketidakadilan disini bahkan diluar sana karena suara serta perjuangan mu akan diemaskan ketika perjuanganmu adalah untuk kebenaran serta keadilan.

Harapku kawan dapat menjadi mahasiswa yang kreatif dan inovatif. Dengan rendah hati aku mengajak kita semua agar menjadi agen perubahan bagi Gereja dan Bangsa kita terkhususnya Nusa Tenggara Timor tercinta.

Kawan ada satu rahasia lagi yang aku ingin sampaikan kepada kawan. Aku tahu tidak semua disini tinggal dengan orang tua karena pasti ada diantara kita yang tinggal dikontrakan.

Jika kawan tinggal di kontrakan dan jauh dari orang tua maka berjuanglah melawan hawa nafsu muda demi jalanmu menuju pelangi bahagia tidak menjadi sulit. Disini kawan akan merasakan pahitnya hidup. Makan nasi tanpa sayur akan selalu kawan alami. Kekurangan uang saku akan sering kawan hadapi. Tapi ingat kawan, kalau engkau seorang wanita cantik yang kekurangan di dalam kontrakan dalam sehari makan jangan menjual dirimu demi sepeser rupiah demi mendapatkan sebatang lipstik dan sebotol krim handbody. Engkau punya teman yang bisa engaku meminjam darinya dan engkau bisa kembalikan disaat engkau sudah memiliki. Tapi jika tubuh indahmu engkau gadaikan demi memenuhi kebutuhan ragamu maka sekali-sekali engkau tak akan memilikinya lagi walaupun engkau sudah memiliki segalanya dikelak nanti.

Dan untuk engkua kawan laki-laki yang tinggal di kontrakan maka jangan merasa bebas dengan kesempatan di kontrakan. Jangan melakukan apa yang tidak perlu dilakukan yang akan memperlambat anda untuk menemui cita-cita mu kawan.

Aku tahu kalau kawan yang datang dari desa pasti datang dengan misi besar dari keluarga, ya aku tahu itu karena aku juga adalah putra titipan dari desa yang datang untuk mencari ilmu dikota sehingga pada waktu yang ditentukan Tuhan aku dan kawan dapat kembali dan merawat serta membangun tanah kelahiran.

Dan untuk kawan yang tinggal dengan orangtua, bersyukurlah karena kawan tidak jauh dari didikan orang tua. Bersyukurlah karena nasi mu selalu berteman sayuran, bersukurlah karena uang sakumu tidak pernah habis karena selalu diberi setiap pagi.

Pada akhirnya aku berharap, juang aku dan juangmu tidak berhenti di tengah jalan tetapi tetap bergandeng tangan dalam menyongsong masa depan yang cerah yang telah Tuhan sediakan bagi kita.

STAKN KUPANG adalah rumah keduamu, Dosen adalah orang tua kita disini. Senioritas adalah kakak kita. Junior adalah adik kita. Mari menjadi agen perubahan untuk diri kita dan orang lain di sekitar kita dan di STAKN Kupang yang kita sama-sama cintai.


-KITA BELUM SELESAI-

Kita belum selesai kawan
Kita tidak hanya selesai di daratan
Di ujung sanalah cita-cita
Pelangi harapan kita bersama
Tetaplah memeluk harap
Jangan merana

Kita belum selesai sahabat
Bersama kita akan menjadi hebat
Berkolaborasi menjadi kuat
Menggapai cita-cita bersama

Kita belum selesai kawan
Sebab Mutaira ada dibalik karang
Tetaplah kejar azam yang membentang Jadilah bintang
Jangan suram bagai awan

Kita belum selesai
Walaupun tidak menjadi bintang
Yang berpayung rembulan
Tapi tetaplah berjuang
Jagan mundur apalagi roboh

Sobatku Jagan gentar
Kita adalah pucuk segar
Tetaplah megar
Malar segar
Walau panas membakar
Tetaplah berdiri tegar
Sampai dapat gelar
-SANG SAKA MERAH PUTIH-
Oleh: Yabes Ottu

Pusaka merah putih
Adalah gambarang berlakasa darah
Yang mengalir membasahi bunda pertiwi
Demi kelak bahagia anak cucu pribumi

Sang saka
Berkibar mengudara
Karena pahlawan yang gagah perkasa
Walau maut merebut jiwa dan raga

Kain berwarna merah putih
Merupakan kain pembalut bunda pertiwi
Yang sejak lama pertiwi di telanjagi
Serta diludahi
Bahkan di perkosa oleh para penjajah

Tepat tanggal tujuh belas agustus
Sang saka berkibar bebas
Walau tak sedikit darah yang amblas
Oleh para pembunuh bengis

Tiang sejarah
Tetap menopang sang saka merah putih
Jiwa 'jas merah'
Tetap dalam kalbu berdiri kokoh

Kini aku bebas
Karena para pejuang yang berjuang keras
Mengibarkan sang saka di samudra lepas
Melawan amarah arus lautan biru







Gibran Rakabuming Raka DiUsung Bacawapres Adalah Politik Dinasti Bukan Perwakilan Anak Muda

Gibran Rakabuming Raka Diusung Bacawapres Adalah Politik Dinasti Bukan Perwakilan Anak Muda Oleh : Yabes Ottu Pemilu sudah diambang pintu. P...